JAKARTA, Beritasatu.com – Anggota Komite IV DPR Johan Ruzihan menyampaikan beberapa catatan strategis pelaksanaan program Makan Bebas Gizi (MBG) untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan. Catatan tersebut muncul setelah pemerintah mengambil keputusan impor sebanyak 200.000 ekor. ekor sapi dari Brazil untuk mendukung program MBG.
Read More : Mitos Tahun Baru: Apa yang Boleh dan Jangan Anda Lakukan di Awal 2025
“Kita jangan hanya fokus pada pelaksanaan jangka pendek. Program MBG ini harus menjadi katalisator penguatan produksi pangan lokal dan secara bertahap mencapai swasembada pangan. Ketergantungan pada impor merupakan perbaikan cepat yang tidak berkelanjutan,” kata Johan kepada wartawan, Rabu. (08/01/2025) .
Johan mengemukakan lima pertimbangan strategis untuk memastikan program MBG mampu mendukung upaya swasembada pangan. Pertama, penguatan produksi lokal. Menurutnya, pemerintah harus fokus mengembangkan sektor peternakan lokal melalui subsidi bagi peternak kecil, meningkatkan distribusi pakan, dan memfasilitasi peternakan modern berbasis masyarakat.
Kedua, diversifikasi sumber protein, untuk mengurangi ketergantungan terhadap sapi, penting untuk menghasilkan sumber protein alternatif seperti ikan, ayam, dan kambing. Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perunggasan. Kita membutuhkan manusia. untuk memenuhi kebutuhan protein,” jelasnya.
Ketiga, kata Johan, mengembangkan infrastruktur dan teknologi seperti cold storage, sistem irigasi, dan fasilitas produksi pangan. Keempat, perlindungan pasar lokal, dimana pemerintah harus melindungi petani lokal dari dampak impor dengan kebijakan tarif dan kuota impor yang ketat.
Kelima, edukasi dan diversifikasi konsumsi. Kami merekomendasikan kampanye edukasi untuk mendorong masyarakat mengonsumsi beragam pangan lokal, seperti ikan air tawar, ayam, dan produk pertanian lainnya. Dia menambahkan
Read More : Idulfitri, Jakarta Dilanda Hujan sejak Siang hingga Malam
Lebih lanjut, Johan berharap program pangan gratis bergizi dapat menjadi bagian dari strategi kemandirian pangan nasional yang lebih besar. Dengan cara ini, ketergantungan terhadap impor untuk mendukung program tersebut dapat dikurangi.
“Pemerintah harus menjadikan program pangan gratis bergizi sebagai dorongan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat, berkelanjutan, dan mandiri. Kita memiliki potensi sumber daya manusia dan alam yang sangat besar. Dengan kebijakan yang tepat, saya yakin Indonesia dapat mencapai swasembada. pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Johan.