Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Ekonomi Pusat Kajian Ekonomi dan Hukum (Celios) Nailul Huda meyakini program gizi gratis (MBG) akan membuka lapangan kerja baru. Sebab salah satu hasil dari program ini adalah munculnya permintaan.

Read More : IHSG Melemah 38 Poin pada Jeda Sesi I Bursa Perdagangan Selasa 21 Mei 2024

“Karena peningkatan permintaan itu wajar, pasti akan tercipta lapangan kerja baru. Kalau kita anggap ini tambahan uang pemerintah ya, itu uang, tanpa mengganggu alokasi keuangan pemerintah lainnya,” ujarnya dalam wawancara khusus. Beritasatu.com, Rabu (18/12/2024).

Namun hal ini dapat berdampak pada departemen lain jika sebagian anggaran pangan gratis juga diambil dari departemen pemerintah yang ada. Huda memaparkan program gizi gratis yang masuk dalam anggaran pendidikan.

Artinya, akan ada kemungkinan berkurangnya lapangan kerja di sektor pendidikan, meski di sisi lain akan menciptakan lapangan kerja bagi perekonomian lokal. Huda juga melihat akan terjadi penurunan nilai tambah di bidang pendidikan.

“Contohnya kita kemarin mendengar anggaran makanan bergizi gratis dimasukkan dalam anggaran pendidikan, otomatis ada alokasi dana pendidikan yang dialihkan ke makanan bergizi gratis, otomatis hal ini berdampak pada menurunnya penciptaan pangan. “Nilai tambah dari sektor pendidikan, dan juga input pekerjaan di bidang pendidikan bisa menurun,” lanjutnya.

Read More : Kredit Macet Menurun, Direktur Utama BRI Ungkap Strategi Tingkatkan Kualitas Aset

Sebab anggaran pendidikan sudah dialihkan ke program gizi gratis. Intinya lapangan kerja baru akan datang sesuai kebutuhan.

“Karena sebelumnya APBN dialihkan untuk pangan bergizi gratis, padahal pangan bergizi gratis tentu menciptakan lapangan kerja baru, perekonomian daerah baru, karena ada kebutuhan lebih. BGN ingin membuat gugus tugas di kabupaten misalnya.” akan lebih banyak pekerja,” ujarnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *