JAKARTA, BERITASATU.COM – Berita sedih itu datang dari pertambangan Indonesia dan infrastruktur global, mantan Menteri Pekerjaan Umum, Rosial Bedioro Soetjipto di era Kabinet Unit Nasional, meninggal pada hari Senin (3/24/2025).
Read More : Ini Hukum Membantu Pelarian atau Menyembunyikan Tersangka Kejahatan
Informasi tersebut ditransmisikan pada unduhan di atas Instagram Otoritas Modal, M Basuki Hadimuljono.
“Keluarga diperpanjang otoritas di ibukota kepulauan itu juga menangis kedalaman lewat Mr. Dr. Ir Rosik Bedioro Soetjipto,” tulis unggahan itu, dikutip pada hari Senin (3/24/2025). Profil dan Perjalanan Karier di Rosics Bedioro Soetjipto
Rosical Boedioro Soetjipto diadakan pada 20 Agustus 1943 dan merupakan lulusan teknik pertambangan di Bandung Institute of Technology (ITB).
Selama karirnya, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Kementerian Pertambangan dan Energi sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Pekerjaan Umum untuk periode 1999-2001.
Selain aktif dalam pemerintahan, rosics juga memiliki pengalaman akademik yang kuat. Dia memenangkan gelar doktor di Universitas Katolik Leuven, Belgia, dengan tesis yang membahas pemulihan transisi logam menggunakan resin pertukaran ion. Kemampuannya dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis dan Belanda, juga mendukung pekerjaan mereka di tingkat internasional. Hambatan strategis di dunia pertambangan
Setelah meninggalkan posisinya sebagai Menteri, Rosics melanjutkan perannya dalam industri pertambangan. Dia menjadi salah satu komisaris PT Freeport Indonesia sejak tahun 2000 dan kemudian diangkat sebagai presiden perusahaan pada 27 Januari 2012, menggantikan Armando Mahler. Masa kepemimpinannya di Freeport berakhir pada 2015, dan posisinya digantikan oleh Maroef Sjamsuddin.
Read More : Lindungi Pekerja Migran, Indonesia Harus Perkuat Diplomasi dengan Malaysia dan Percepat Revisi UU
Di luar Freeport, Rosical juga berfungsi sebagai Komisaris Independen di PT Bayan Resources dan aktif di Pusat Sumber Daya Alam, sebuah lembaga yang berfokus pada mengelola sumber daya alam. Salah satu puing -puing penting adalah pemberian gedung Freeport SBM ITB yang saat ini dikenal sebagai Labtek XIV ITB Building, yang diresmikan pada tahun 2017.
Selama hidupnya, Rosics berkontribusi besar pada berbagai bidang, termasuk manajemen sumber daya akademik dan alam. Berikut ini adalah beberapa posisi yang telah dilakukan: Dosen dalam Teknik Pertambangan dan Manajemen Geologi di FTTM ITB.Wakil Dekan ITB School Postgraduate. Direktur Pengembangan Direktorat Jenderal Penambangan Publik. Direktur Sumber Daya Geologi dan Mineral. Direktur Jenderal Penambangan Publik. Sumber daya. Bersihkan dan aktivis di Pusat Sumber Daya Alam.
Kepergian boedioro rosical Soetjipto meninggalkan kesedihan besar untuk keluarga ITB dan dunia pertambangan Indonesia. Layanan dan dedikasi yang diukir akan selalu diingat sebagai inspirasi bagi generasi berikutnya. Semoga