JAKARTA, BERITASATU.COM – Petugas polisi Rickanto (pensiunan) adalah karakter yang dikenal sebagai anggota Komisi III III Majelis Nasional Indonesia pada tahun 2024-2029 dari Partai Golkars. Nama Rickanto akrab, terutama bagi mereka yang mengikuti pengembangan polisi nasional dan kebijakan nasional.

Read More : Uskup Denpasar: Paus Baru Harus Teruskan Semangat Fransiskus

Dengan pengalaman panjang di polisi, ia sekarang mewakili area pemilihan Nam Kalimantan II, termasuk Banzharmasin, Banzharbaru, Tana Laut, Tana Bumb dan Kotabar.

Rickanto lahir di Medan, Sumatra Utara, 1 Januari 1965. Formasi dasarnya dimulai di SDN Kampung Dukuh Pagi III, melanjutkan SMPN 102 Jakarta dan Sman 11 Medan. Setelah itu, ia pergi ke Akademi Polisi (AKPOL) dan lulus pada tahun 1988.

Untuk memperdalam pengetahuannya, ia terus mendidik di Ptik Jakarta, memenangkan kemanusiaan di Universitas Haja Mada dan mengubah kesuksesannya.

Sebelum terjun ke politik, Rickanto memiliki karir yang panjang dan sangat baik di Polisi Nasional. Begitu kepala polisi Karanganyar, kepala polisi Clateen, wakil kepala polisi polisi bandyumas, dalam posisi strategis, sebagai kepala hubungan masyarakat dari metropolitan Dzhakarta dan Caropenmas Divkhomas Polri.

Kariernya terus meningkat sampai dia adalah posisi kepala Departemen Kepolisian Kalimantan Selatan, sebelum itu, dia akhirnya menjadi analis politik utama di Polisi Nasional Itwasum pada tahun 2022.

Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin merek dan kejujuran, Rickanto juga menerima banyak penghargaan yang berbeda, seperti Bintang Bhaiangar Pratam, Satyalancan 24 -Layanan Tahun dan Satyalancan Ksatria Bhaiiangar. Lalu Lintas Politik Rickanto

Setelah meninggalkan polisi pada tahun 2023, Rickanto memutuskan untuk pergi ke politik, bergabung dengan partai Golkar. Dia merasa bahwa pengalaman dan pengalamannya di bidang hukum dan keamanan dapat berkontribusi pada dunia legislatif.

Read More : KPK Klaim Bisa Pantau Harun Masiku

Selama pemilihan 2024, ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Indonesia dan dibawa ke Komisi III, yang bertanggung jawab atas hukum, hak asasi manusia dan keamanan. Peran positif dalam Komite Majelis Nasional Indonesia

Dalam Komisi III, Rickanto telah menunjukkan keprihatinannya yang secara hukum dan keadilan, terutama mereka yang terlibat dalam komunitas kecil. Salah satu pandangannya, menarik perhatian publik, adalah ketika dia mengajukan pertanyaan tentang proses hukum di Banjar Mother Store di Kalimantan Selatan.

Menurut Rickanto, pendekatan yang masuk akal diperlukan sehingga undang -undang tidak benar -benar mempersulit usaha kecil dan menengah. Pandangan ini mencerminkan komitmennya untuk menyeimbangkan keadilan dengan kecanduan komunitas.

Rickanto adalah karakter yang menggabungkan pengalaman jangka panjang di bidang keamanan dengan semangat pelayanan di dunia politik. Sekarang, berkat peran anggota Dewan Perwakilan Rakyat III, ia terus memperjuangkan keadilan dan keamanan untuk semua orang Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *