Jakarta, Beritasatu.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyebutkan banyak tokoh setelah kediamannya di Jalan Kenana, Jakarta Selatan pada sore hari (10/14/2024). Salah satu tokoh yang ada pada pertemuan itu adalah Raja Juli Antoni.

Read More : Luhut Minta Prabowo Tak Masukkan Orang Toksik, Begini Respons Gibran

Dia saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Perencanaan Lokal/Wakil Direktur Badan Nasional (WAMEN ATR/WAKA BPN) di pemerintahan Jokowi-Maf Amin dan juga direktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pertemuan berlangsung sore ini dan diduga membahas kemungkinan peran Raja Juli di pemerintahan baru yang dibentuk.

“Saya mendapat telepon pada pukul 15:00 WIB untuk bertemu Pak Prabowo pada 16.00 WIB,” kata Raja Juli kepada wartawan dan mengkonfirmasi kedatangannya.

Setelah pertemuan itu, Raja Juli mengkonfirmasi bahwa ia telah menerima instruksi dari Prabowo, tetapi ia enggan mengekspos rincian posisi yang ia hilangkan.

“Saya mendapat instruksi untuk membantunya, tetapi tentang situasinya, sehingga Prabowo sendiri diumumkan kemudian,” kata Raja Juli.

Meskipun pertemuan itu membahas masalah yang berbeda, termasuk kemungkinan kontribusinya, Raja Juli menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan Prabowo sebagai presiden terpilih.

Siapakah pembicaraan tentang Raja Juli Antoni? Inilah profilnya.

Profil Raja Juli Antoniraja Juli Antoni adalah seorang politisi Raia, lahir pada 13 Juli 1977.

Raja Juli Antoni berasal dari keluarga yang sangat aktif di Muhammadiyah. Ayahnya, Raja Ramli Ibrahim, adalah seorang Muhammadiyah di Riau, yang menjabat sebagai wakil ketua pemimpin regional Raia Muhammadiyah.

Dia belajar dengan Darul Arqam Muhammadiyah Islamic Boarding School, Garut, West -java. Raja Juli Antoni menyelesaikan studi sarjana di bidang al-Qur’an dan interpretasi Iain Syarif Hidayatullah (sekarang Uin Jakarta) pada tahun 2001.

Read More : Paus Fransiskus Akan Hadiri Pertemuan Kaum Muda Scholas di Grha Pemuda Jakarta

Dia kemudian melanjutkan gelar masternya di bidang perdamaian dan solusi untuk University of Bradford, Inggris, dengan Beasiswa Chevening pada tahun 2004. Pada 2010, Raja Juli, dengan Australian Development Strength (ADS), Australia.

Karier politik dan Asosiasi Raja Juliraja Juli memulai karir politiknya sebagai kepala Partai Demokrat Indonesia (PDIP), di mana ia adalah kandidat untuk anggota legislatif dalam pemilihan 2009 sebagai perwakilan pemilihan Barat -java.

Meskipun tidak terpilih, kariernya berlanjut di Asosiasi Muhammadiyah, di mana ia menjabat sebagai ketua mahasiswa mahasiswa Muhammadiyah (HDI) untuk periode 2000-2002.

Dia juga dikenal sebagai direktur pelaksana Maaarif Institute, sebuah organisasi yang didirikan oleh Ahmad Syafii Maaarif, mantan ketua PP Muhammadiyah. Di Maaarif Institute, Raja Juli berpartisipasi dalam berbagai proyek yang berfokus melalui pendidikan dan toleransi terhadap pengembangan masyarakat.

Pada tahun 2014, ia meninggalkan PDIP dan bergabung dengan beberapa politisi muda untuk mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Raja Juli diangkat sebagai direktur pelaksana dan kemudian bekerja sebagai wakil direktur PSI Trial Party.

Posisi perwakilan perwakilan pada 15 Juni 2022, Raja Juli diangkat sebagai Menteri Pertanian dan Menteri Pertanian Nasional Kabinet Joko Widodo. Dalam perannya, ia fokus pada reformasi pertanian, menyelesaikan perselisihan atas tanah dan meningkatkan akses masyarakat ke lahan pertanian.

Peran ini adalah poin penting dalam karier politiknya. Dia mencoba memberikan solusi konkret untuk urusan nasional di Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *