JAKARTA, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Ari Setiadi turut hadir di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Selasa (15/10/2024) untuk memperhatikan pemanggilan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Read More : Oknum Polisi Kalteng yang Terlibat Pembunuhan Ternyata Juga Terbukti Konsumsi Sabu

Kehadiran Bodhi Ari di Kertangara menunjukkan dirinya masuk dalam daftar calon Wakil Menteri (Waman) atau Kepala Badan pada kabinet Prabhu Gibran berikutnya.

Bodhi Ari mengaku diminta tampil di hadapan Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun Bodi Ari enggan merinci posisi apa yang akan dijabatnya lima tahun ke depan. Menurut dia, kewenangan Prabowo Subianto untuk mengumumkan kabar tersebut.

Lantas siapa sebenarnya sosok Bodi Ari Satyadi? Lihat profilnya di bawah ini.

Profil Bodhi Ari Setiadi Bodhi Ari Setiadi lahir pada tanggal 20 April 1969 di Jakarta. Ia merupakan politikus Indonesia dan mantan jurnalis yang menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika sejak 17 Juli 2023 menggantikan Johnny J Platt yang tersangkut kasus korupsi. .

Sebagai menteri, Budi aktif dalam pengelolaan dan pengembangan sektor TIK, dengan fokus pada transformasi digital, peningkatan akses Internet, pengembangan infrastruktur TIK, dan regulasi media dan informasi digital.

Budi menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Indonesia pada tahun 1995, jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FSP). Pada tahun 2002 hingga 2005, beliau mengejar gelar master di bidang ekonomi di Universitas Gadje Mada (UGM).

Read More : Polri Bakal Tegas Tindak Anggota yang Terlibat Judi Online

Budi Ari memulai karirnya sebagai jurnalis mingguan di sebuah media pada tahun 1994. Pada tahun 1996 ia mendirikan bisnis media Kontan bersama beberapa rekannya. Sebagai mantan aktivis, media yang dipimpinnya kerap mendapat kritik keras dari para pengusaha.

Ia bekerja sebagai jurnalis hingga tahun 2001, sebelum bergabung dengan Mandiri Telekomunikasi Utama sebagai Manajer Presiden pada tahun 2001 hingga 2009. Budi kemudian terjun ke dunia politik sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sebagai Ketua DPD PDIP DKI Jakarta sejak 1998 hingga 2001.

Karir politiknya terus menanjak dan pada tahun 2005 hingga 2010 menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DKI Jakarta. Perujo berperan penting dalam menggalang dukungan terhadap pencalonan presiden Jokowi yang akhirnya terpilih menjadi presiden ketujuh Republik Indonesia.

Selain CEO Projo, Bodi Ari juga menjabat sebagai Dewan Penasihat UI Iluni.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *