Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan mobil Jerman menolak penerapan tarif hukuman terhadap impor produk mobil listrik UE dari China.
Read More : Bertemu Jokowi, Bos Microsoft Bahas Investasi Pusat Riset, Human Capital, hingga AI
Menurut Xinhua, pada Minggu (7/7/2024), sejumlah tarif tambahan hingga 37,6% akan diberlakukan sementara selama negosiasi dengan China.
Keputusan akhir mengenai tarif akan dibuat pada awal November. Hingga saat itu, importir harus membayar jaminan dengan jumlah yang setara dengan potensi bea masuk.
Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman Hildegard Mueller mengatakan bea masuk tersebut tidak sejalan dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan mobil Eropa.
Sentimen serupa juga disampaikan Ketua Dewan Eksekutif Asosiasi Federal Jerman untuk Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri, Michael Schumann.
“Posisi kami terhadap tarif hukuman UE terhadap mobil listrik Tiongkok tidak berubah. Kami telah menentangnya dengan keras dan jelas, jadi kami setuju dengan seluruh industri mobil Jerman, yang beberapa di antaranya telah terkena dampak tarif ini,” katanya.
Pendaftaran kendaraan listrik baru (BEV) di UE menurun. Asosiasi Industri Otomotif Eropa mencatat hanya 114.308 kendaraan yang didaftarkan pada Mei, turun 12% dibandingkan tahun lalu. Pangsa pasarnya juga menurun dari 13,8% menjadi 12,5% pada periode yang sama.
Dia meminta kedua belah pihak untuk menyelesaikan perselisihan sebelum tarif hukuman diberlakukan, dan menekankan bahwa demi kepentingan lingkungan hidup dan tujuan konsumen di Eropa, UE memerlukan akses terhadap mobilitas listrik (e-mobilitas) di Tiongkok sebagai pemimpin.
Read More : Ijazah Jokowi Diragukan, Hercules: Jangan Bikin Gaduh!
Bahkan produsen mobil Eropa pun skeptis terhadap usulan tarif tersebut. Mercedes-Benz, produsen mobil Jerman, menekankan pentingnya perdagangan bebas dan adil.
“Jika kecenderungan umum menuju proteksionisme menguat, hal ini akan menimbulkan konsekuensi ekonomi negatif bagi semua pihak,” kata perusahaan itu.
BMW, sebagai pesaing Mercedes-Benz di dalam negeri, juga mengkritik langkah UE tersebut.
“Membayar pajak tambahan atas impor akan menemui jalan buntu,” kata Ketua BMW AG Oliver Zipse.