Jakarta, Beritasatu.com – CEO Volkswagen (VW) Oliver Blum merekomendasikan agar Uni Eropa mengkaji ulang rencana penegakan harga mobil listrik asal China. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk mendorong lebih banyak investasi di Eropa.
Read More : Kapolri Cup 2024 Zona 4 Bandung Diawali dengan Penampilan Dancer Lodaya Volley Ball
Bloom khawatir bahwa tarif balasan dari Tiongkok dapat merugikan produsen mobil Eropa seiring meningkatnya ketegangan perdagangan.
Cara untuk melakukan hal tersebut, kata Blum, adalah dengan memberikan insentif kepada investor di wilayah tersebut daripada memberikan beban tambahan.
โDaripada menggunakan biaya pendidikan, sistem ini harus fokus pada investasi yang menguntungkan. Perusahaan yang menginvestasikan modal, menciptakan lapangan kerja dan bekerja sama dengan perusahaan lokal seharusnya mendapatkan manfaat dari kebijakan ini,โ kata Oliver Blume dalam wawancara dengan majalah Bild am Sonntag. Reuters, Minggu (6/10/2024).
Uni Eropa mengatakan akan terus mengenakan tarif pada mobil listrik buatan Tiongkok, sebuah langkah yang ditentang oleh Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di blok tersebut, dan produsen mobil Jerman termasuk VW. Hal ini menunjukkan ketidaksepakatan atas banyaknya perselisihan antara Uni Eropa dan Tiongkok selama satu dekade terakhir.
Read More : Lanjutan Sidang Tipikor MBZ, Saksi Kemenhub Sebut Tol Layang MBZ Memenuhi Standarisasi dari Sisi Safety
45% impor mobil listrik Tiongkok masuk ke pasar Eropa, dengan nilai tambah miliaran dolar dari produsen mobil dan berencana untuk beroperasi mulai bulan depan selama lima tahun ke depan.ย