JAKARTA, Beritasatu.com – Yasuo Takamatsu (65) adalah pria asal Kota Onagawa, Prefektur Miyagi, Jepang, yang mengabdikan hidupnya untuk mencari keberadaan istrinya yang hilang.

Read More : Semen Padang vs Madura United: Kabau Sirah Keluar dari Zona Merah

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, tsunami dahsyat melanda daerah tersebut, menewaskan banyak orang, termasuk istrinya, Yuko. Sejak saat itu, Yasuo belajar menyelam dan memutuskan untuk mencari jenazah istrinya.

Setelah mendapat izin resmi menyelam, ia memulai misinya untuk menemukan jenazah istrinya di perairan dingin Samudera Pasifik. Dia menyelam tanpa mengenal lelah setiap minggunya, padahal sudah tujuh tahun sejak penyelaman pertamanya. Ratusan kali ia menyelam mencari jejak jasad istrinya.

“Saya menyelam seolah-olah saya akan menemuinya di suatu tempat. Saya selalu merasa dia mungkin ada di sini,” lapor Japan Daily, Minggu (14 Juli 2024), mengutip Yasuo Takamatsu.

Selain melakukan penyelaman sendiri, Takamatsu juga bekerja sama dengan otoritas setempat dalam pencarian bawah air. Mereka menemukan lebih dari 2.500 mayat di provinsi tersebut. Selama pencariannya, Yasuo menemukan berbagai barang seperti album foto, pakaian, dan barang lainnya. Namun, semua itu bukan milik istrinya.

Yasuo berkata bahwa dia akan terus menyelam seumur hidupnya untuk menemukan Yuko.

Read More : Kunjungan ke PBNU, Otoritas Palestina Sebut Indonesia Punya Peran Penting untuk Perdamaian

“Dalam pesan terakhir yang dia kirimkan, dia menulis, ‘Apakah kamu baik-baik saja? Saya ingin pulang,'” kenang Takamatsu.

“Aku yakin dia masih ingin pulang,” kata Takamatsu dengan harapan yang tiada habisnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *