Jakarta, Beritasatu.com -Prabowo Sub -Subiata menyatakan ucapan selamatnya atas pemilihan Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus Gereja Katolik ke -267, yang sekarang dikenal sebagai Paus Leo XIV.
Read More : Pembalap MotoGP Tanam 10.000 Pohon di Sirkuit Mandalika
Presiden berharap bahwa pemimpin baru Katolik akan bertindak sebagai dunia jembatan perdamaian.
Pengamatan diserahkan oleh presiden melalui akun Instagram resmi @preisidrepublikindons, seperti yang disebutkan Rabu (14/04/2025).
“Atas nama Pemerintah dan semua orang Indonesia, saya berharap Paus Leo XIV yang mulia untuk pengangkatannya sebagai uskup novel dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik,” tulis Presiden Prabowo dalam beban yang disertai dengan foto Paus Leo XIV.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyatakan keyakinannya pada kepemimpinan spiritual Paus Leo dan dedikasinya terhadap cinta akan menjadi pemandu moral yang kuat bagi banyak orang dalam situasi global yang menuntut.
Dia juga menyatakan harapannya bahwa kepemimpinan Paus Leo XIV bisa menjadi simbol penyatuan dan negara antaragama.
“Kami berharap bahwa masa kepemimpinannya adalah cara perdamaian dan harmoni dan akan dapat mendorong semangat harapan di berbagai belahan dunia,” tambahnya.
Read More : Mural Nico Williams Dirusak Lagi Jelang Transfer ke Barcelona
Sementara itu, Sekretaris Menteri Prasesetyo Hadi juga memberi selamat kepada Paus Leo XIV yang menggantikan Paus Francis, yang telah meninggal. Menteri Negara telah menyoroti pesan kuat Paus Leo tentang pentingnya perdamaian sosial dan keadilan yang telah menjadi fokus utama pada layanannya.
Dalam pidato perdananya setelah diumumkan sebagai pemimpin muda di Katolik dunia, setara dengan sekitar 1,4 miliar orang, Paus Leo XIV telah mengirimkan doa untuk perdamaian dan menuntut pentingnya membangun dialog antar -etum.
“Bergabunglah dengan Anda untuk membangun jembatan dialog dan menjadi salah satu orang yang kekal di dunia,” kata Paus Leo XIV dari Basilika San Pietro di Vatikan.
Paus Leo XIV, yang berusia 69 tahun dan berasal dari yang lalu di Amerika Serikat, telah menderita layanan panjang di Peru. Ia diketahui fasih dalam berbagai bahasa, termasuk Spanyol, Portugis, Italia dan Prancis, dan dikenal karena kepeduliannya terhadap margin dan migran, sesuatu yang telah menerima penghargaan dari almarhum Paus Fransiskus.