Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabavo Sabiento percaya bahwa ia telah memilih Anagata Nusantara (BPI dan Antara) angka terbaik untuk mengelola Badan Manajemen Investasi, yang secara resmi diluncurkan pada hari Senin (24/2/2025). Institut ini akan menjadi manajer investasi terbesar di Indonesia, dengan model operasional yang mirip dengan Temacek di Singapura.
Read More : 404
Dan diperkirakan mengelola properti US $ 900 miliar atau Rp 14.715 triliun (nilai tukar Rp 16.350). Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menarik investor global.
Direktur Polyco Digital Insights Institute (Pixant), Anthony Liang merujuk pada praktik global terbaik, seperti Temasake (Singapura), Khazana (Malaysia), dan SASAC (Cina).
Anthony mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (24/24/2025), “Strategi ini sejalan dengan praktik yang lebih baik yang diterapkan di berbagai negara. Inisiatif ini akan mempromosikan pembangunan ekonomi permanen. Kami yakin bahwa Praboro Easter akan memilih CEO dan petugas yang andal, catatan yang jelas dan kompeten.”
Anthony juga menekankan pentingnya inovasi teknologi, sistem manajemen modern dan implementasi kepemimpinan visioner dalam operasi.
Dia mengatakan, “Temassak membuktikan sinergi antara kepemimpinan visioner dan manajemen profesional, menghasilkan kinerja yang optimal. Jika lebih banyak bekerja dengan baik, efeknya akan positif dalam jangka panjang,” katanya.
Read More : Bagaimana Nasib Investor Sritex Seusai MA Tolak Kasasi?
Pemerintah telah merancang berbagai proyek strategis yang akan menjadi target investasi dan di tengah termasuk energi hijau kecerdasan buatan (AI) (60-70 gigawatt), urutan genom.
“Dengan konsolidasi ini, kita dapat membuka peluang untuk investasi permanen, serta kerja sama strategis internasional. Dan akan menjadi tonggak baru dalam modernisasi manajemen kecantikan di antara mereka,” kata Anthony.
Presiden Prabovo melaporkan bahwa BKPM bersama dengan BPPM dan BKPM sebagai Antara, Menteri Investasi dengan Rosan Rosalani menggantikan Muliaman Darmanyah Hadad, yang pertama kali diluncurkan pada 22 Oktober 2024.