JAKARTA, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama dengan China, bukan konfrontasi, pada Forum Bisnis Indonesia-China di Beijing, Minggu (10/11/2024).
Read More : Rumah Sakit di Taiwan Terbakar, 9 Orang Meninggal
Presiden Prabo menekankan bahwa Indonesia ingin bergabung dengan kebangkitan Tiongkok. Bukan hanya sebagai kekuatan ekonomi, namun juga sebagai kekuatan peradaban.
“Kita perlu menunjukkan bahwa di zaman modern ini, kerja sama non-konflik adalah cara terbaik untuk perdamaian dan kemakmuran,” kata Presiden Pravo.
Setelah kunjungannya ke Tiongkok, Presiden Prabo melakukan perjalanan langsung ke Washington DC, Amerika Serikat, yang menghadapi pengaruh Tiongkok yang semakin besar, dan kemudian ke Peru dan Brasil untuk menghadiri KTT APEC dan KTT Top G20.
Pada Sabtu pagi (9/11/2024), Prabo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat untuk memperkuat hubungan, menjadikan keamanan sebagai pilar kelima kerja sama, selain politik, ekonomi, maritim, dan hubungan masyarakat. Keduanya sepakat menggelar pertemuan gabungan menteri luar negeri dan pertahanan pada tahun 2025.
Read More : Leher Keponakan Anggota DPR AS Ditembus Peluru Saat Penembakan Donald Trump
“Indonesia mempunyai posisi yang jelas. Kami selalu bersikap netral dan menghormati seluruh kekuatan besar di dunia,” kata Prabo.