Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan kenaikan pajak pertambahan nilai (TVA) dari 11 persen menjadi 12 persen akan berlaku besok, Rabu (1/1/2025). Hal itu diumumkan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis sore (31/12/2024).
Read More : 315 Drone Rusia Serang Ukraina, RS Bersalin di Odesa Hancur Lebur
Prabowo meyakinkan, pemerintahannya akan terus berupaya menciptakan sistem perpajakan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat. Ditegaskannya, produk dan layanan yang dijalankan sebagai bisnis inti perseroan yang sudah dihentikan sejak 2022, akan tetap diberikan dengan tarif 0%.
โUntuk barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, sebagian besar masih dikenakan pajak pertambahan nilai yaitu pajak pertambahan nilai. Tarif 0 persen itu sudah termasuk sembako, beras, daging, ikan, telur, sayur mayur, susu segar, layanan pendidikan, kesehatan, layanan angkutan umum, perumahan terjangkau, air minum, kata Prabowo, Kamis (31/12/2024).
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif senilai Rp38,6 triliun yang akan diberikan dengan berbagai cara untuk mengalihkan masyarakat dari bantuan pangan ke PPh 21.
Subsidi pangan 10 per bulan diberikan subsidi beras sebesar 16 juta, diskon 50% untuk pelanggan listrik daya maksimal 2200 volt, dukungan industri intensif, PPh pasal 21 mendorong pekerja dengan gaji sampai dengan Rp 10 juta per bulan, lalu tidak ada PPh “untuk UMKM yang penjualannya dibawah Rp 500 juta per tahun dll”.
Prabowo menegaskan, peningkatan nilai tambah sebesar 12% hanya akan diterapkan pada barang dan jasa yang tergolong berkualitas tinggi.
Read More : Ini Penjelasan Pakar AS Mengapa Negaranya Selalu Mendukung Israel
Prabowo menjelaskan, produk dan layanannya masuk kategori terbaik di antaranya jet pribadi dan kapal pesiar.
Prabowo mengatakan: โMisalnya, jet pribadi tergolong yang memiliki nilai terbaik yang digunakan atau digunakan oleh perusahaan-perusahaan kelas atas, disusul oleh kapal pesiar. Jet pribadi tergolong yang memiliki nilai terbaik yang digunakan atau digunakan oleh perusahaan pelayaran, dan peningkatan nilai tambah sebesar 12%.