JAKARTA, BERITASAT.COM – Gubernur Jakarta, Pramouno Anong, mengatakan bahwa partainya masih menunggu Kode Presiden untuk pemrosesan limbah. Jika Presiden Parabovo dipimpin, pemerintah provinsi Jakarta (Pemprov) akan siap membangun empat hingga lima pembangkit listrik limbah (PLTSA).

Read More : Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tampil dengan Gaya Retro Saat Berangkat ke TPS

“Kami sedang menunggu Kode Presiden Pemerintah Pusat,” kata Primono ketika dia bertemu di balai kota.

Pramonia mengungkapkan bahwa volume limbah sehari -hari yang diproduksi oleh Jakart mencapai 7700 ton. Sementara itu, cadangan limbah di tempat terakhir untuk menghilangkan Bantar Gebang (TPA), Bekasi, kini telah mempengaruhi sekitar 55 juta ton. Ini berarti menyediakan pembangkit listrik melalui PLT.

“Yang berguna bagi Jakarta adalah 7700 limbah setiap hari, dan sekitar 55 juta tindakan,” jelasnya. Itulah sebabnya kami sangat siap untuk melanjutkan arah Presiden. ”  

Dia menambahkan bahwa jika PLTSA berfungsi, listrik yang dihasilkan untuk PT PLN (Persero) akan didistribusikan. Oleh karena itu, rencana biaya (biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk pengelolaan limbah), karena telah dikenakan sebelumnya, tidak lagi menjadi masalah.

Read More : Praktisi Telematika Ungkap Foto Abidzar yang Viral di Medsos Hasil Editan

“Masalahnya, yang sebelumnya menjadi masalah, harus selalu dikenakan biaya, sehingga tidak memerlukan biaya puncak,” kata Pramonia.

Dia memperhatikan bahwa, melihat pengalaman negara -negara lain, seperti Singapura, Vietnam, Cina menunjukkan bahwa teknologi PLTSA sekarang dapat diimplementasikan secara efektif, termasuk di Jakarta dan bagian lain dari Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *