Jakarta, Beritasatu.com – Calon Gubernur Kota Sukabumi nomor urut 3, Pramono Anung, mengimbau masyarakat menjadikan pemilu 2024 sebagai ajang politik yang kompetitif namun penuh kegembiraan. Menurutnya, Kota Sukabumi harus menjadi contoh politik bahagia di tengah ketatnya persaingan politik pada pemilu 2024.
Read More : 100 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Sinta Nuriyah Beri 10 Pesan Kebangsaan
“Bagi saya dan Bang Doel (Rano Karno), Kota Sukabumi bisa menjadi teladan Pilgub yang kompetitif namun dilaksanakan dengan penuh suka cita. Ini misi kami menjaga suasana positif tanpa kampanye orang kulit hitam,” kata Pramono usai mengikuti. debat ketiga Pilkada DKI Jakarta 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).
Pramono pun mengumumkan rencana grand final pasangan nomor punggung 3 yang akan digelar pada 23 November 2024 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK). Ia mengajak seluruh warga Jakarta untuk hadir dan berpartisipasi.
“Kami berharap masyarakat Jakarta, para pendukung kami, dapat ikut merayakan kampanye besar terakhir ini. Ini saat yang penting sebelum kita memasuki masa stabilitas,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, Pramono dan Rano mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, antara lain KPUD DKI Jakarta yang sukses dalam debat, aparat kepolisian yang menjaga keamanan, serta media yang telah mengikuti perjalanan kampanye sejak awal.
Terima kasih kepada KPUD, polisi, dan teman-teman media yang telah mendukung kelancaran pemilu ini. Saya berharap masyarakat dapat memilih dengan bijak dan bersama-sama menyelenggarakan pemilu ini, kata Rano Karno.
Selain itu, Pramono juga berjanji akan meneruskan warisan orang-orang hebat seperti Bang Yos (mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso) hingga Anies Baswedan. Ia mengaku siap mencari program terbaik bersama Rano Karno jika terpilih.
Read More : Viral Wanita Klaim Kena Virus Herpes Gegara Mikrofon seusai Karaoke
“Kami ingin melanjutkan warisan baik menjadikan Jakarta kota inklusif yang membahagiakan warganya,” kata Pramono.
Pramono dan Rano Karno mengingatkan warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024.
“Suara nomor 3, membakar Jakarta!” heran Pramono Anung dan Rano Karno.