JAKARTA, BERITASATU.COM – Gubernur Eli Jakarta, Pramono Anung, berencana untuk mengembalikan lebih banyak Program Kartu Cerdas Jakarta (KJP) daripada era gubernur sebelumnya diterapkan. Dia menemukan bahwa politik penting bagi perwakilan Jakarta, terutama untuk siswa keluarga.

Read More : Kampus Atma Jaya BSD Fokus Penelitian dan Pengembangan Karya Anak Bangsa

“Saya terpesona dengan kembalinya KJP ini untuk waktu gubernur sebelumnya, karena inilah yang diminta masyarakat ketika saya pergi ke sana,” kata Pramono pada hari Selasa (27.05.2025).

Dia tahu bahwa program Jakarta Smart Card (KJP) pertama kali diluncurkan pada 2013 oleh Gubernur Joko Widodo dan dilanjutkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Pornama (Ahok) dan Anies Baswedan. Program ini adalah bantuan sosial pendidikan untuk siswa sekolah dasar Jakarta, sekolah menengah dan sekolah menengah untuk memfasilitasi pelatihan dan mendukung keberlanjutan dalam pendidikan mereka.

Era KJP Plus Anies Baswedan memiliki perbedaan dengan versi sebelumnya, terutama dalam dana operasional yang dapat dibayarkan kepada penerima dengan keuntungan tambahan.

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah provinsi (Pemprov) bermaksud untuk menambahkan persyaratan nilai minimum untuk penerima KJP Plus. Namun, kebijakan ini masih dalam tahap ikhtisar karena menjadi berbagai pendapat di masyarakat.

Read More : Harga Emas Antam Turun Drastis Ikuti Tren Penurunan Emas Global

Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan bahwa kondisi ini bertujuan memotivasi siswa untuk secara aktif mempelajari dan menggunakan bantuan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *