Jakarta, Beritasatu.com – 2024-2029 Presiden Prabowo Subianto bergerak membela dan mendukung Palestina. Ia mengatakan serangan di Jalur Gaza yang berlanjut pada 7 Oktober merupakan serangan yang serius.
Read More : 3 Fungsi DPR Berdasarkan Undang-Undang
Serangan itu menewaskan puluhan ribu warga sipil tak berdosa dan menyebabkan kelaparan.
“Kehancuran yang menimpa orang-orang tak berdosa di Jalur Gaza dalam sebuah operasi yang diyakini miliaran orang di seluruh dunia melanggar hukum internasional dan Konvensi Perlindungan Warga Sipil pada saat konflik. Siapa yang bisa mengatasi tingkat kelaparan dan kekurangan?” tulis Prabowo dalam kolom The Economist, Sabtu (26 April 2024).
Ia mengatakan bahwa ia tidak perlu menjadi seorang Muslim untuk mengutuk persidangan yang terjadi di Gaza. Selain itu, sebagian besar korban konflik adalah perempuan dan anak-anak.
Bahkan Prabowo menilai negara-negara Barat menggunakan standar ganda jika dibandingkan dengan serangan Rusia ke Ukraina.
“Mengapa pembunuhan terhadap warga sipil Palestina tidak begitu tercela dibandingkan pembunuhan terhadap warga sipil Ukraina?”
Read More : KAI Commuter Tambah Jadwal Perjalanan KRL Baru Mulai Februari 2025
“Semakin banyak orang, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia, baik di Selatan maupun di Barat, yang merasa bahwa kegagalan pemerintah Barat dalam menekan Israel untuk menghentikan perang merupakan krisis moral serius yang dapat kita jelaskan. Kita diminta untuk mendefinisikannya. satu prinsip untuk Ukraina dan satu lagi untuk Palestina?” jelasnya.
Menteri Pertahanan menekankan pentingnya segera mengakhiri perang. Ia mengatakan, meski Indonesia dan banyak negara lain telah memberikan bantuan, namun hal tersebut masih belum cukup untuk mengatasi penderitaan masyarakat Gaza.
“Kita harus bersatu untuk segera menghentikan perang ini, tapi kita tidak boleh berhenti di situ. Kita tidak ingin siklus kekerasan dan penderitaan terus berlanjut seperti yang terjadi selama 80 tahun terakhir. Kita harus bersama-sama menyelesaikan konflik dengan membangun Palestina yang bersatu. negara,” ujarnya. Bersama dengan negara Israel yang sudah ada, ujarnya.