Jakarta, Beritasatu.com President Prabovo Subatam Batu pertama (revolusioner) untuk pembangunan ekosistem industri terintegrasi Antam-IBC-CBB di Artha Industrial Hills (AIH) di Karavang, pada hari Minggu.
Read More : Sejarah dan Tema Hari Koperasi Nasional 2024
Presiden tiba di lokasi revolusioner sekitar 13,45 VIB disertai oleh Menteri Energi dan Mineral Raw Map (ESDM) di Bahlil Lahadali, populasi menteri dan Syrait maruar, sekretaris Teddi Inddra Vijaya, pejabat setempat.
Dalam catatannya, Presiden Prabovo menekankan pentingnya mengembangkan industri energi baru sebagai salah satu langkah strategis menuju kemandirian dan keamanan energi nasional.
“Saya Prabovo Subantiano, presiden Republik Indonesia dengan bangga membuka ekosomialisasi industri Antam-IBC-CBL.
Munculnya pemasangan baterai listrik pertama batu di karavan ditandai oleh perdana menteri perdana menteri, bersama dengan banyak pejabat terkait.
Memproses saksi Arthe Grah Tommy Vinat, Duta Besar Tiongkok di Indonesia Vang Lutong, Menteri melokalisasi, COO dan Panda Syncharia dan COO dan antara Doni Oskaria dan COO dan antara Doni Oskaria, dan antara Doni Oskaria,
Read More : Harga Minyak Mentah Naik 3 Hari Berturut-turut
Proyek baterai ini adalah kerja sama PT Aneka Tambang TBK (Antam), Indonesian Battery Corporation (IBC) dan CATL, Brunp dan Konsorsium (CBL).
Proyek baterai kendaraan listrik ini dikembangkan dari waktu hulu untuk hilir dengan total enam subprovar, di antaranya lima di timur halmiher dan di karavan.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), nilai proyek mencapai $ 5,9 miliar dan mencakup area seluas 3.000 hektar, termasuk 18 proyek infrastruktur, termasuk lebih banyak proyek infrastruktur, termasuk proyek infrastruktur multiguna.