Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di tanah air hingga 0%, Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengambil langkah-langkah. Langkah tersebut melanjutkan kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos), berbagai pinjaman usaha, dan program pembiayaan Mekaar. 

Read More : Bertahan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 0,90 Persen ke 7.099

Ia mengatakan pengentasan kemiskinan akan menjadi prioritas pemerintahannya dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabumin Raka. 

“Upaya penurunan kemiskinan ekstrem hingga nol persen harus dilakukan secepatnya dalam dua tahun terakhir pembentukan pemerintahan. Pada Selasa (10/8/2024), Prabowo mengatakan, “Di tengah, rata-rata kemiskinan akan mencapai 5% pada akhir tahun 2029”.

Keputusan Prabowo mengentaskan kemiskinan ekstrem terlihat pada halaman 179 buku Ide Strategis: Strategi Transformasi Negara Menuju Indonesia Emas karya Prabowo Subianto. 2045 – Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan sejahtera. ”

Buku tersebut memaparkan visi tunggal pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang terdiri dari delapan misi besar, 17 rencana prioritas, dan delapan program dengan hasil jangka pendek terbaik.

Pada 20 Oktober 2024, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Mereka akan memimpin pemerintahan pada tahun 2024 hingga 2029.

Menhan mengatakan, kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan berbagai bantuan sosial dan pinjaman usaha telah membawa keberhasilan dalam pengentasan kemiskinan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya Indonesia, di bawah Presiden Joko Widodo, kita mampu mencapai tingkat kemiskinan yang sama, yakni kurang dari 10 persen penduduk Indonesia,” tulis Prabowo. 

Jumlah kemiskinan ekstrem mengalami penurunan yang signifikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan: “Kemiskinan ekstrem dapat kita turunkan dari 6,1% menjadi 0,8% pada tahun 2024”.

Beberapa kebijakan yang akan dilanjutkan oleh Presiden Jokowi Prabowo antara lain Kartu Indonesia Baik, Kartu Indonesia, Kartu Gizi Pokok, Kartu Prakerja, Program Mekaar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Program Keluarga (PKH).

Prabowo juga akan menyelenggarakan pinjaman usaha pertanian, peternakan, perikanan, pinjaman usaha peternakan, nelayan, masyarakat pesisir, UMKM, pinjaman start-up dan pinjaman untuk milenial.

“Sebelum tahun 2029, angka kemiskinan harus diturunkan di bawah tujuh persen dan kita harus mencapai tingkat pembangunan manusia yang sangat tinggi, yaitu HDI (indeks pembangunan manusia) di atas 80,” ujarnya.

Read More : Naomi Girma Pesepak Bola Wanita Pertama Bernilai US$ 1 Juta setelah Pindah ke Chelsea dari San Diego

Secara khusus, Prabowo berjanji akan melanjutkan Program Pembangunan Ekonomi Masyarakat Berkembang (Mekaar) yang dilaksanakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan mikro milik BUMN. Program ini mulai berlaku pada tahun 2016.

PNM Mekaar yang telah berjalan selama delapan tahun merupakan salah satu pilar pemerintahan saat ini. Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi juga didirikan holding ultra mikro yang terdiri dari tiga perusahaan yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai perusahaan induk, PNM dan PT Pegadaian.

Menurut Presiden Jokowi, dalam delapan tahun berdirinya PNM Mekaar, terjadi lompatan besar dalam penyaluran dana dan jumlah nasabah. Hingga akhir tahun 2016, Mekaar hanya memiliki 443.000 pelanggan dengan nilai Rp 800 miliar.

“Omzet dari Rp 800 miliar melonjak menjadi Rp 244 juta dalam delapan tahun. Dan betul sekali, kami memberi nasehat, kami tidak membantu. TIDAK! Pada bulan Januari 2024, Presiden Jokowi mengatakan: “Ini adalah jebakan yang dirancang melalui konsolidasi proyek.”

Dalam sambutannya kepada pers, Presiden Jokowi membandingkan pencapaian PNM Mekaar dengan contoh pengelolaan keuangan mikro terbesar di dunia, yaitu Grameen Bank di Bangladesh.

Beliau mengatakan, “Jika ada Grameen Bank di dunia yang dulunya mempunyai 6,5 juta nasabah, dan Muhammad Yunus mampu memenangkan Hadiah Nobel, maka di sini kita mempunyai 15,2 juta nasabah. “Saya kira kita bisa meraih Hadiah Nobel jika kita mengajukan (dengan) 15,2 juta pelanggan dan (dana) Rp 244 juta,” pungkas Presiden Jokowi.

Muhammad Yunus adalah seorang ekonom Bangladesh yang mendirikan Grameen Bank. Pada tahun 2006, ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena mengembangkan konsep kredit ultra mikro dan keuangan mikro.

Menurut Perwakilan Staf Khusus Presiden (Stafsus) yang membidangi perekonomian, Arif Budimanta, Mekaar berperan penting dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di tanah air yang tercermin dalam peningkatan kualitas hidup konsumennya.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *