Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan Indonesia akan mengevakuasi 1.000 pasien dari Gaza ke Palestina untuk berobat di Indonesia. Hal itu diungkapkan Prabowo usai mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) di Yordania beberapa hari lalu yang membahas situasi di Jalur Gaza Palestina.
Read More : Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung pada Jam Ini
KTT yang diselenggarakan atas undangan Raja Yordania, Presiden Mesir, dan Sekretaris Jenderal PBB ini dihadiri oleh Presiden Palestina serta kepala negara dan pemerintahan lainnya.
Indonesia siap mengevakuasi 1.000 pasien yang dirawat di Indonesia dan akan dipulangkan ke Gaza setelah sembuh dan situasi normal,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Kamis, dari Jakarta. . (6/12/2024).
Menurut Prabowo, ini merupakan langkah paling konkrit Indonesia dalam melawan krisis kemanusiaan di Palestina.
“Saya kira Indonesia akan menjadi yang paling konkrit di KTT ini. Kami juga sampaikan bahwa sebagai langkah awal kami siap menerima 1.000 pasien. Kami siap menyekolahkan 1.000 anak trauma di sini. Nanti kalau waktunya tiba, kami akan datangkan mereka. .Saya kira ini akan diapresiasi oleh banyak negara, kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Gubernur Jawa Timur Hofifa dan para pimpinan pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat menginisiasi penempatan anak-anak yatim piatu dan trauma asal Gaza.
Read More : BPK Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Perguruan Tinggi untuk Hadirkan Pendidikan Berkualitas
Selain itu, kata Prabowo, Indonesia juga bersedia mengirimkan dokter dan perawat untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Jalur Gaza.
“Hal ini sedang dibicarakan dengan berbagai pihak. Jika izin diberikan, kami akan menyiapkan pesawat Hercules untuk melanjutkan pengiriman bantuan melalui udara. Jika perlu, kami juga siap mengirimkan kapal rumah sakit,” lanjut Prabowo.
Selain Gaza, pemerintah Palestina juga meminta bantuan di Tepi Barat. Selain itu, mereka meminta kami untuk membantu tidak hanya Gaza, tetapi juga Tepi Barat yang berada dalam situasi yang sangat sulit, pungkas Prabowo.