BRASILIA, BERITASATU.COM – Momen hangat pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Pedov Subanto dan Presiden Brasil Louis Inasio Lula da Silva (9/7/2025) muncul di tengah -tengah suasana resmi diplomasi.
Read More : Warga Palestina di Gaza Sudah Tak Hiraukan Lagi Perintah Evakuasi Militer Israel
Setelah membahas sejumlah program strategis, kedekatan antara kedua pemimpin negara itu sebenarnya tercermin dalam hal -hal paling sederhana, yaitu dalam salam divisi bahasa masing -masing.
Presiden Lula menutup pidato dengan pernyataan yang luar biasa, yaitu “terima kasih.”
Salam Indonesia segera menerima sambutan hangat dari penonton. Tidak ingin kalah, Presiden Prabavo juga secara spontan bereaksi, Obigado. “
Kata dalam bahasa Portugis berarti terima kasih atas jawaban atas rasa hormat dan ketulusan salam Lula.
Dua kata dari dua bahasa yang berbeda telah menjadi simbol persahabatan yang kuat dan saling menghormati budaya antara Indonesia dan Brasil, dua Demokrat terbesar di belahan bumi selatan dunia.
Read More : Ignatius Jonan: Persiapan Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia Tinggal Printilan-printilin
Gerakan sederhana ini hadir di pusat diskusi serius tentang kedua negara mengenai kerja sama strategis di berbagai sektor, seperti ketahanan pangan, perlindungan, energi terbarukan, dengan teknologi.
Namun, berkat ekspresi pribadi ini, penonton menyaksikan sisi humanistik diplomasi. Pengingat bahwa hubungan hubungan internasional dibangun tidak hanya melalui perjanjian resmi, tetapi juga melalui rasa hormat budaya dan interaksi yang tulus antara para pemimpin.