Jakarta, beritasatu.com – Presiden Prabovo, harus diberikan dalam target bantuan sosial. Di masa depan, hibah pemberian akan ditingkatkan untuk memberikan langsung kepada orang -orang yang membutuhkan penggunaan teknologi.
Read More : Pengamat Sebut The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga jika Inflasi Dekati 2 Persen
“Kita perlu mempelajari hibah secara langsung jika kita secara langsung fokus pada kebutuhan keluarga,” Prabovok MPR, Jakarta, Minggu (20.10.20)
Pibovo mengikuti, memberikan hibah dengan skema distribusi dengan teknologi digital.
“Dengan teknologi digital, Anda dapat mengirimkannya kepada mereka yang membutuhkan hibah, itu tidak mencapai aliran dukungan,” kata Prabovok.
Prabovo mengklaim, dengan kekayaan alami alami saat ini, tetapi tidak semua penduduk memiliki tingkat kesejahteraan yang sama.
Dalam hal ini, masih ada sejumlah besar populasi yang buruk. Oleh karena itu, negara harus meningkatkan dan meningkatkan manfaat masyarakat.
“Terlalu banyak saudara kita di bawah garis kemiskinan, terlalu banyak anak yang pergi ke sekolah tidak sarapan, dan terlalu banyak anak kita yang tidak pergi ke sekolah,” kata Prabovok.
Dia mengklaim bahwa ada banyak orang dan anak -anak yang menderita kekurangan gizi. Pemerintah akan meluncurkan program makanan makanan gratis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. ย Program 2025. Ini akan menjadi tahun. Tahun dengan total distribusi anggaran RP 71 triliun.
“Semua anak kita harus bisa makan nutrisi sekali sehari dan kita akan melakukannya dan kita bisa melakukannya,” kata Prabovok.