Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bereaksi terhadap keputusan pemerintah Vietnam yang mempertahankan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 8 persen, sementara Indonesia bersikeras menaikkan PPN menjadi 12 persen pada tahun 2025.

Read More : Pengurangan Isi Elpiji 3 Kilogram, Mendag Siap Pidanakan Pelaku

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan Kementerian Perindustrian sedang mendalami hal tersebut dan mengajak Kementerian/Lembaga (K/L) lain untuk membuka peluang serupa dengan Vietnam.

โ€œHari ini saya mendengar bahwa Vietnam mengurangi PPN sebesar delapan persen (8%), tentu saja karena banyak upaya yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, kami, pemerintah, Kementerian Perindustrian sedang mempertimbangkan dan mengajak kementerian/lembaga lain untuk bekerja sama dan memanfaatkan peluang serupa. kata Faisol di Kantor Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (12/10/2024).

Menurut Faisol, Indonesia harus memanfaatkan momen di mana banyak perusahaan China yang mencari lahan baru untuk mengembangkan usahanya, terutama yang berorientasi ekspor.

Selain itu, pasca terpilihnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengubah peta ekspor global. Pemerintah AS akan membatasi dan mengenakan tarif tinggi terhadap impor Tiongkok.

โ€œSekarang mereka berlomba-lomba mencari wilayah baru, salah satunya Indonesia. Namun, karena ini disebut perubahan, maka didahulukan. Jika kita tidak bergegas, kita tidak akan mendapatkannya. Namun, mereka yang memberi dengan cepat. Akan bergabung dalam kampanye untuk menyampaikan hal-hal manis ke industri.” Anda pasti mendapatkannya, โ€katanya.

Faisol menilai langkah Vietnam yang menurunkan PPN merupakan upaya besar untuk menarik industri Tiongkok ke negaranya. Indonesia diyakini perlu memberikan insentif serupa.

Read More : Usut Korupsi di Pemkot Semarang, KPK Endus Pemotongan Upah Pegawai

Oleh karena itu, minat yang signifikan terhadap industri-industri baru yang akan diperkenalkan akan menjadi titik kunci negara-negara di mana industri Tiongkok akan bergerak, tutupnya.

Berdasarkan Vatupdate pada Senin (9/12/2024), Vietnam akan terus menaikkan tarif PPN menjadi 8 persen hingga pertengahan tahun 2025.

Menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen merupakan langkah Vietnam untuk mendukung perekonomian pasca pandemi Covid-19. Kebijakan ini diterapkan sejak tahun 2022 dan diperbarui setiap 6 bulan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *