Jakara, Beritasatu.com -Politika 12 persen dari PPN yang akan berlaku pada Januari 2025 adalah salah satu agenda yang dibahas oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Forum -trexonary Anggota (ALB) dan regional I Racorwil Rapimnas Kadin 2024.
Read More : Thariq Halilintar Terinspirasi Drakor Queen of Tears Saat Melamar Aaliyah Massaid
Ketua Kadade Anindya Bakrie mengatakan bahwa 12 persen dari PPN telah menjadi penting bagi pengusaha masa depan. “Pointingnya adalah bahwa Kadin menjelaskan kepada pengusaha di semua wilayah apa dampaknya,” katanya ketika diwawancarai di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (30/11/2024).
Pertumbuhan Anindya, Kadin, mencoba memahami dampak dari semua kebijakan ini, termasuk manfaat dan penggunaan pendapatan negara tambahan dengan peningkatan 12 persen dalam PPN.
“Bahkan jika mereka mengerti nanti, kita akan memikirkan manfaat dari peningkatan 12 persen dalam PPN. Tentunya pendapatan negara akan meningkat, apa gunanya ini,” lanjutnya.
Selain itu, Anindya juga menyoroti kemungkinan berat tambahan yang dirasakan oleh dunia bisnis karena peningkatan 12 persen PPN.
“Yang pasti adalah bahwa ada peningkatan tambahan 12 persen dalam PPN untuk dunia bisnis, jenis kargo. Namun, kami akan mencoba melihat apakah tuduhan di sini berarti ada peningkatan di negara lain,” katanya.
Read More : Tersesat dan Tercebur ke Sungai karena Google Maps, Ini Cara Mengatasinya
Kadindi, menurut Anindya, juga akan mencoba mempertahankan komunikasi yang baik dengan pemerintah untuk menemukan solusi yang tepat mengenai peningkatan 12 persen PPN.
“Kami berusaha melihat segalanya. Jadi ketika kami berkomunikasi dengan pemerintah, kami dapat melihat semua solusi dan mendapatkan solusi untuk kebijakan ini,” pungkasnya dalam pertumbuhan PPN 12 persen.