Jakarta, Beritasatu.com – Tarif pajak pertambahan nilai (PPN) di Indonesia resmi naik menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Kenaikan ini berpotensi mempengaruhi biaya proyek pembangunan, termasuk di Ibu Kota Negara (IKN).
Read More : Salat Tarawih Malam Ke-29 Ramadan, 2,5 Juta Jemaah Padati Masjidil Haram
Kepala Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN) Basuki Hadimuljono alias Pak Bas mengaku belum mengetahui sejauh mana dampak kenaikan PPN terhadap harga material proyek dalam pembangunan IKN.
Pasalnya, hingga saat ini proyek di IKN masih terikat kontrak lama yang baru akan berakhir pada Desember 2024. Hingga saat ini, belum ada perubahan biaya pembangunan.
โYang dikerjakan sekarang masih kontrak lama. Jadi Desember ini kontraknya selesai. Saya belum tahu kontrak barunya apa. Tapi yang sampai Desember itu kontrak sebelumnya,โ kata Pak Bas saat rapat di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Senin (18/11/2024).
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam acara yang sama menyatakan kenaikan tarif PPN sebesar 12% akan meningkatkan biaya pembangunan proyek infrastruktur pemerintah. Kenaikan PPN akan meningkatkan harga material dan biaya operasional penunjang.
“(PPN 12 persen) pasti ada pengaruhnya. Pasti ada kenaikan harga dan sebagainya. Tapi itu untuk nanti, belum. Kita harus bicara dengan pemangku kepentingan terkait,” ujarnya saat tiba di kantor. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Senin (18/11/2024).
Read More : Sekjen IEA Tekankan Potensi Besar ASEAN dalam Rantai Pasokan Global
Dody menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi pembengkakan biaya, seperti pergeseran anggaran. Kementerian Pekerjaan Umum akan memfokuskan anggarannya pada proyek-proyek prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
โNanti anggarannya tinggal kita realokasi ke kiri dan ke kanan. Pasti ada pergeseran karena sekarang anggaran 2025 ditutup tahun 2024. Namun fokusnya sedikit berubah karena sekarang lebih ke bagaimana anggaran 2025 yang menjadi cikal bakal Indonesia. untuk mencapai cita-cita Pak Presiden Prabowo,โ jelasnya.