Mojokerto, Beritasatu.com – Brigadir Fadhilatun Nikmah atau Dila mengatakan, dirinya dan suaminya mendapat surat yang menyatakan jika tetap bermain judi online maka akan memutuskan bercerai. Hal itu terungkap dalam persidangan lanjutan kasus polwan yang membakar suaminya di Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Yatim).

Read More : Waspadai Cuaca Ekstrem di Periode Peralihan Musim

Sidang yang digelar di ruang Cakra ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ida Ayu Sri Adrianti serta anggota majelis hakim Jenny Tulak dan Jantiani Longli Naetasi.

Terdakwa hadir dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan Brigadir Fadhilatun Nikmah atau Dila. Brigadir Dila dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polda Jatim.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa mengaku saat itu rasa frustrasinya mencapai puncaknya setelah mengetahui gaji ke-13 Brigadir Ryan Dwy Wickaxon yang merupakan suaminya digunakan untuk bermain judi di Internet.

“Tahun 2022 kami buat perjanjian (surat). Kalau dia (korban) tetap berjudi online, kami akan berpisah dan baru ketahuan berjudi lagi saat kejadian itu terjadi,” kata Dilla saat persidangan, Selasa (11 /19 ) pada tahun 2024).

Selama persidangan, Brigadir Dilla selalu menangis saat menjawab pertanyaan majelis. Ibu tiga anak ini menceritakan kronologis kejadian tragis yang menimpa suaminya.

Mulai dari berkirim pesan lewat WhatsApp, menyiapkan bahan bakar, memborgol korban hingga Briptu Ryan dilarikan ke rumah sakit setelah seluruh tubuhnya terbakar. Dila mengakui kesalahan dan penyesalannya di hadapan juri.

Read More : Final Four Proliga 2025: Lavani Belum Terbendung, Samator Kalah Lagi

“Dia merasa bersalah jadi diam saja. Dia tidak berkata apa-apa. Saya menyentuh saputangan itu 1,5 meter dari korban. Saya tidak mengarahkan saputangan itu, tapi cepat terbakar hingga mengenai tangan saya dan saya ambil, katanya.

Dila mengaku memberikan minuman kepada suaminya setelah Briptu Ryan meminta minuman saat api padam di tubuhnya. Namun Dila tak mengetahui kalau minuman dalam botol air mineral yang diambil dari dekat kamar mandi itu adalah cairan untuk mencuci lantai.

“Iya, saat itu karena panik, saya tidak tahu itu Vipol. “Biasanya ada air di mesin pencuci piring sehingga anak saya bisa menyikat giginya,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *