Jakarta, Beritasatu.com – Kapolri Pol Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pengumuman khusus pasca meninggalnya Bhipka Aditya Munartono yang tewas saat menyelamatkan wisatawan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.
Read More : Jangan Buru-buru! Kenali 8 Risiko Investasi Emas Digital
Bhipka Aditya Munartono merupakan anggota Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat. Almarhum Bhipka Aditya Munartono mendapat status lebih tinggi dari pendahulunya di Aipda Anumerta.
โKeputusan Kapolri Pemerintah Republik Indonesia tentang Keadaan Luar Biasa Pengangkatan Personel Polri yang namanya tercantum dalam Lampiran keputusan ini, terhitung mulai tanggal 3 Januari 2025,โ demikian bunyi keterangan dari keputusan atas keputusan tersebut. pengumumannya, dikutip di Jakarta, Sabtu (1-4-2025).
Aipda Anumerta Aditya dimakamkan pada Sabtu sekitar pukul 09.30 dini hari dalam upacara khidmat yang dipimpin Kapolres Tasikmalaya AKBP Joko Sulistiono di Desa Sukapada, Pagerageung, Tasikmalaya.
Kapolri Joko Sulistiono menyampaikan penghargaan Kapolda Jabar kepada keluarga Anumerta Aipda Aditya sebagai bentuk belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya beliau.
Bhipka Aditya Munartono tewas saat mencoba menyelamatkan seorang wisatawan yang hampir tenggelam di pantai barat Pangandaran, Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi di depan Hotel Century, Pos Penjaga Pantai 4 Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Read More : Telanjur Konsumsi Roti dengan Natrium Dehidroasetat, Ini yang Harus Dilakukan
Urutan acara: Bhipka Aditya dan rekannya, Bhipka Wahyu, sedang berenang bersama keluarganya di Pos 4 Pantai Barat Pangandaran. Mereka melihat seorang turis bernama Sevina Azahra (14) hampir tenggelam.
Kedua polisi itu tak segan-segan memberikan pertolongan, namun kuatnya laut dan ombak besar menyebabkan Bhipka Aditya, Sevina, dan saksi mata Supri (48) terseret sejauh 40 meter dari bibir pantai.
Bhipka Wahyu menyelamatkan diri dengan boogie board, sedangkan Bhipka Aditya dan Sevina akhirnya diselamatkan dari lokasi dengan perahu nelayan.
Meski sempat dilarikan ke RSUD Pandega, Bhipka Aditya meninggal dunia dalam perjalanan. Menurut laporan medis, dia meninggal karena tenggelam.