JAKARTA, BERISATU.COM – Kepala politisi Emir Moise, presiden negara bagian, telah mengajukan banding kepada Presiden Prabo Subaiyanto untuk segera meningkatkan tata kelola negara dan sistem hukum Indonesia. Memprioritaskan fakta bahwa pemberantasan korupsi (KPK) adalah profesional dan bukan untuk tujuan politik.
Read More : Cuaca Mendung, Hilal Tak Terlihat di Masjid Hasyim Asy’ari Jakbar
Sekretaris -Jenderal PDIP, keputusan Hosto Christiano, adalah bentuk kriminalisasi sebagai terdakwa CPP, menurutnya.
“Appeal to the new president, Pak prayer, we will receive our administration and state law quickly,” Lenteng Agung in South Jakarta, Emeri on Friday (10/1/1/11/2025) after the PDIP 52nd anniversary at the party school .
Emeri berharap bahwa pemerintahan Presiden Prabovo Subento akan mencegah kasus -kasus seperti itu di masa depan. Dia merujuk pada pengalaman pribadi dalam kasus suap proyek pengembangan di Lampung Tarhan Pltu.
Emira menjelaskan bahwa ia dapat bermain politik dan hukum. “
Namun, Emeri bersikeras bahwa CPP dan Polisi Nasional di Indonesia masih diperlukan. Namun, ia mendesak Probo untuk memastikan bahwa kedua organisasi bekerja secara profesional tanpa campur tangan politik.
Read More : Kejagung Sikat Koruptor di Pertamina Jadi Bukti Prabowo Serius Berantas Korupsi
“KPK itu bagus, tetapi sebenarnya” orang di belakang senjata “. Jadi itu tergantung pada orang (pemimpin).”
Emiro telah mendukung Prabovo untuk meningkatkan sistem pemerintah di Indonesia. Dia berpikir bahwa Probovo mampu mempertahankan integritas dan tidak dapat mempengaruhi beberapa upayanya untuk mencapai emas Indonesia 2045.
“Kepemimpinan hukum, dan Presiden Probovo Subento memenangkan belas kasihan dari Tuhan. Dia memiliki pena emas untuk Indonesia Roy pada tahun 2045,” Emera menyimpulkan tentang kinerja CPP.