Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kesimpulan kepada polisi tentang implementasi penggunaan minyak makanan bersubsidi yang tidak akurat yang tidak mematuhi pengukuran. Sebanyak 10 ton minyak goreng disita sebagai bukti.
Read More : KPK Apresiasi Menag yang Inisiatif Laporkan Gratifikasi: Langkah Awal Cegah Korupsi
Amran mengatakan polisi bergerak cepat setelah inspeksi (inspeksi) yang dilakukan oleh partainya pada hari Minggu (9/3/2025). Dalam pemeriksaan mendadak, ditemukan bahwa itu tidak mematuhi dosis.
“Di masa lalu, kami menerima laporan dari markas Kepolisian Nasional dan segera mengoordinasikan Kepala Polisi.
Amran mengklaim bahwa pemerintah diharuskan untuk memecahkan semua bentuk pelecehan yang membahayakan rakyat karena tidak sejalan dengan dosis.
“Apa yang jelas harus diperlakukan,” katanya.
Read More : Komisi I DPR Tunggu Surat Menlu Soal Kekosongan Dubes
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono telah menambahkan kasus aplikasi minyak yang salah -Kita telah khawatir tentang Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan kasus itu pertama kali terjebak setelah virus di media sosial dan kemudian dikonfirmasi melalui pemeriksaan langsung Menteri Pertanian Amran.
“Pemerintah, terutama Presiden Prabowo, memiliki dasar yang jelas.