JAKARTA, Beritasatu.com – Rektor Universitas Erlangga (UNIR), Mohamed Naseh menilai minimnya investasi di bidang pendidikan menjadi penyebab berbagai permasalahan di perguruan tinggi, dengan alasan Biaya Kuliah Satuan (UKT).
Read More : Xi Jinping Ingin Hubungan China dan Indonesia Makin Erat
“Investasi pendidikan tinggi di Indonesia rendah, hanya sekitar Rp 9,4 juta per mahasiswa, tertinggal dari negara tetangga,” kata Nasih di Jakarta, Selasa (14/5/2024) dalam diskusi bertajuk “Visi Persatuan Menuju Indonesia Maju 2034.” .
Menurut Nasih, peningkatan perluasan pendidikan menjadi kunci penyelesaian permasalahan pendidikan Indonesia. Ia berharap investasi di bidang pendidikan meningkat menjadi Rp34 juta per siswa pada tahun 2034. Indonesia sedang berkembang.
Selain investasi, Nasih juga menegaskan anggaran APBN dialokasikan untuk pendidikan. Menurut dia, jika anggaran pendidikan mencapai 25-30 persen dari APBN, maka permasalahan pendidikan dan perekonomian tanah air akan teratasi.
Ditegaskannya, “Kerja sama perlu dilakukan untuk meningkatkan dana pendidikan, karena saat ini alokasi dana pendidikan kurang. Minimal 20% dari APBN yang disebutkan, namun yang dicapai kurang dari 20%. “
Read More : Banjir Rendam Tulungagung, Warga Berjuang Selamatkan Harta Benda
Ia menambahkan, “Jika hal ini terlaksana maka seluruh aspek pendidikan, termasuk lembaga dan guru, akan menjadi lebih baik.”