Jakarta, Beritasatu.com – Demonstrasi yang dilakukan sebagian siswa di sekolah negeri terhadap kenaikan uang sekolah tetap (UKT), menjadi berita besar di dunia pembelajaran Ilmuwan politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan, protes mahasiswa sudah menjadi permasalahan nasional yang perlu segera diatasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). Nadiem Makarim.
Read More : Hasil Survei LSI Denny JA Sebut Kinerja Jokowi di Bidang Ekonomi Kantongi Rapor Biru
“Konflik mahasiswa melawan UKT semakin meningkat, ini masalah nasional yang harus dijawab oleh Mendikbud Mas Nadiem. Apa yang sebenarnya terjadi di Universitas ini harus segera direspon”, Ubedilah Badrun dari Kampus UNJ, Rawamangun, Timur Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Ubedilah mengatakan, aksi protes mahasiswa itu diakui undang-undang. Ia menekankan pentingnya dialog antara presiden dan elite sekolah serta siswa untuk menyelesaikan masalah ini.
“Siswa mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan sekolah. Dialog antara sekolah dan siswa harus dilakukan, karena argumentasi mereka berdasarkan informasi,” ujarnya.
Menurut dia, protes mahasiswa tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai ada kebijakan yang tidak adil terkait status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN BH).
Kebijakan yang berdampak pada mahasiswa perlu dikaji ulang. Mas Nadiem tidak bisa tinggal diam, dan presiden harus mendengarkan, kata Ubedilah.
Read More : Dewas Jatuhkan Sanksi Etik kepada 3 Pimpinan KPK
Sedangkan di bidang pendidikan, Ubedilah mengatakan masa depan Indonesia ditentukan oleh siswa saat ini. Peningkatan UKT dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa.
“Jika siswa di sekolah tidak senang karena mahalnya SPP, maka akan berdampak pada kesehatan mentalnya. Pemerintah harus bertindak karena ini berdampak pada masa depan republik,” ujarnya.