Jakarta, Beritasatu.com – Cara virus flu Singapura atau hand-mouth disease (HFMD) menyerang anak balita (bayi) sangatlah cepat. Informasi tersebut dijelaskan Ketua Departemen Koordinasi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Edi Hartoyo, melalui webinar yang digelar pada Senin (28/10/2024) di Jakarta.

Read More : Ungkap Titi DJ Sosok Wanita Idaman, Thomas Djorghi: Dia Cocok Jadi Istri

Ia mengatakan, virus HFMD masuk melalui pernapasan. Virus kemudian berpindah ke usus dan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam.

“Virus masuk melalui nafas dari usus dan menyebar dalam waktu 24 jam seperti cacar air,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini juga mengatakan, virus HFMD bisa langsung menginfeksi sistem saraf pusat, kulit, bahkan jantung. Hal ini dinilai menjadi salah satu hal yang patut diwaspadai para orang tua.

“Virus tersebut dapat menginfeksi sistem saraf pusat, jantung, dan kulit,” lanjutnya.

Bayi baru lahir bisa mengalami demam hingga 39 derajat Celcius. Selain itu, dada anak berdebar kencang, sesak napas, dan yang paling disayangkan hingga mengganggu otak.

Read More : Komunitas Fotografi Jalanan Meledak Di Kota Besar, Spot Rahasia

Serangan HFMD pada otak dikatakan dapat menyebabkan meningitis. Gejala yang paling umum adalah anak merasakan nyeri.

Efek samping lain jika HFMD tingkat parah mencapai otak adalah hilangnya kesadaran. Tak hanya itu, bayi baru lahir pun bisa menjadi apatis dan lemah.

“Yang paling umum adalah demam, suhunya bisa naik hingga 39 derajat Celcius. Dada bisa berdebar-debar, tegang, ada juga komplikasi otak yang bisa menyebabkan meningitis. Gejala otak sering nyeri, terutama pada orang tua. Anak-anak, kesadarannya terganggu. , mungkin apatis atau malah lemah,” tutupnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *