Jakarta, Beritasatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sangat peduli terhadap pengembangan kewirausahaan di masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas. PNM Cabang Bekasi menyelenggarakan kursus pelatihan bagi penyandang disabilitas bertajuk “Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas” di Hotel AsiaLink Premier Karawang pada Rabu (15/5/2024).
Read More : Fesyar Kti 2025 Digelar Di Pontianak, Dukung Ekonomi Syariah Kawasan Timur
Staf Khusus Presiden Bidang Penyandang Disabilitas Angkie Yudistia hadir mendampingi 100 komunitas penyandang disabilitas di Jawa Barat. Ia menyambut baik konsistensi PNM dalam mendorong kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.
“Saya berharap upaya ini terus mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui pengembangan dunia usaha. “Angki meyakini penyandang disabilitas memiliki keunggulan dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Arief Mulyadi, Direktur Utama PT PNM, menjelaskan PNM memandang perlu untuk memberdayakan mereka sesuai kompetensinya dan sesuai UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Hal ini dilakukan dengan memastikan mereka mendapatkan platform yang mereka perlukan untuk mencapai potensi penuh mereka dan menjadi inovator masa depan dan dengan mendukung sistem ekonomi inklusif.
“PNM membuka pintu lebar-lebar bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk bergabung menjadi nasabah PNM dan pegawai PNM. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi PNM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dampak pengurangan dan minimalisasi kesenjangan yang ada di masyarakat. “Kami berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan karena pada pilar ekonomi, PNM bekerja terutama untuk membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan mengurangi kesenjangan yang timbul di masyarakat,” kata Arief dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Petrus Agus Mouliona, Kepala Cabang PNM Bekasi, menegaskan acara ini tidak berhenti hanya pada penyerahan materi saja, namun juga kunjungan kepada UKM yang memiliki peluang terbatas. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi akses pembiayaan melalui PNM, serta pendampingan usaha.
“PNM memberikan akses yang luas kepada pelaku usaha ultra mikro dan mikro, termasuk penyandang disabilitas. Kami memberikan modal usaha kemudian memberikan dukungan berupa pelatihan usaha. “Bagi yang membutuhkan kemasan yang lebih baik, kami akan berusaha membuat kemasan yang baik, bagi yang membutuhkan kemasan yang lebih baik, kami akan mengadakan pelatihan secara online,” jelas Petrus.
Read More : Keputusan Perceraian Ditentukan Pekan Depan, Paula Verhoeven Pasrah
Petrus menjelaskan, pelatihan tersebut mencakup materi pembiayaan dan dukungan, aspek hukum bisnis, branding dan pengemasan, serta strategi penjualan media online.
PNM adalah lembaga yang mendanai dan membantu perempuan kurang beruntung di Indonesia melalui sektor usaha ultra mikro. PNM tidak hanya memberikan modal usaha tetapi juga memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk. Hingga saat ini, terdapat 15,2 juta pelanggan PNM di Indonesia.
Singkatnya, PNM berupaya memberdayakan nasabah melalui pembiayaan dan dukungan. Pendanaan dan bantuan merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.