JAKARTA, Beritasatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus meningkatkan kondisi khusus bagi nasabah binaan yang tergabung dalam program PNM Mekaar. Melalui program pengembangan keterampilan, melibatkan pemimpin kelompok kinerja untuk dilatih sesuai sektor bisnis. Salah satu sektor perdagangan yang menjadi sasaran pelatihan adalah perdagangan gerabah.

Read More : Identitas Korban Mutilasi di Dalam Koper Terungkap

Sekretaris Jenderal PNM L. Dodot Patria Ari menyatakan kesediaannya untuk terus berupaya memperluas hubungan bisnis dan meningkatkan pemahaman konsumen. Tak hanya bermanfaat bagi peserta, program yang dikemas sebagai studi banding ini juga menjadi wadah bagi klien lain untuk menjadi mentor bisnis.

“Bisnis membutuhkan layanan pelanggan yang lebih maju sehingga mereka dapat mengajarkan beberapa keterampilan kepada pelanggan lain. Kalau belajar dari sesama pelanggan (pelanggan), akan lebih mudah untuk ditiru dan ditiru karena Anda juga berada di posisi itu,” kata Dodot.

Pelatihan perdagangan gerabah dipromosikan oleh PNM di Yogyakarta, desa Kasongan di kota ini merupakan penghasil gerabah terbesar dan menginspirasi masyarakat untuk memproduksi dan menjual gerabah.

Dodot berharap peserta studi banding mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pengembangan usaha terkait perluasan usaha, seperti menghasilkan souvenir yang berkualitas dan memenuhi standar yang harus ditampilkan di berbagai pameran.

Read More : BRI Mainkan Peran Guna Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia dengan Singapura

“Kami mendorong pelanggan untuk saling belajar, berbagi pengalaman. Jika praktik ini terbentuk maka usaha bunda bisa terus berjalan bersama,” jelas Dodot.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *