Jakarta, Beritasatu.com – Maraknya permasalahan kesehatan membuat pertemuan antar pemangku kepentingan menjadi relevan dan penting. Pj Kepala BPOM, Riska Andalucia, memuji B-Universe atas inisiatifnya memfasilitasi komunikasi dan melahirkan ide-ide positif bagi sektor kesehatan tanah air melalui Focus Group Discussion (FGD).
Read More : Seleksi CPNS 2024 Diundur Juli-Agustus, Ini Alasan Kementerian PANRB
Rizka yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan situasi yang dihadapi BPOM, tantangan dan peluang masa depan sektor kesehatan Indonesia.
“Ada pergeseran dari pemerintah yang mengatakan ini adalah program dan kemudian kita menginginkan partisipasi masyarakat dan dukungan masyarakat terhadap literasi. Maka saat ini, B-Universe telah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. kepada industri farmasi dan manufaktur alat kesehatan: “Kita sama-sama ingin mencapai tujuan kemandirian di bidang farmasi dan alat kesehatan,” kata Ryzka pada FGD di wilayah Tangerang, Banten, Rabu (07/08/2024). ).
Salah satu isu yang dibahas Ryzka pada pertemuan hari ini adalah kemungkinan pertumbuhan investasi pada produk kesehatan. Diketahui pada tahun 2021-2023, rata-rata pertumbuhan investasi industri alat kesehatan mencapai 731%, dan total nilai investasi industri alat kesehatan sebesar Rp 1,6 triliun.
Rizka juga menyoroti upaya BPOM dan pelaku kesehatan dalam mengembangkan industri bahan baku farmasi (BBO) dalam negeri untuk mengurangi impor. Rizka mengatakan, jika Indonesia bisa memproduksi 22 BB0, maka impor bisa turun 21,54% atau Rp 1,5 triliun.
“Ada 10 jenis bahan baku obat prioritas yang kita pilih. Kalau dimanfaatkan sepenuhnya, misalnya untuk industri farmasi Indonesia, maka biaya impornya akan turun 19,5% atau Rp 1,5 triliun. Jadi kita berharap. Kita bisa capai “Jadi dengan demikian tahun depan biaya impor akan turun, jika ada rantai pembelian atau penggunaan bahan baku obat pada tahun ini diharapkan terjadi penurunan sebesar 1,5 triliun,” imbuhnya. Rizka.
Read More : Kapolri: Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Terjadi Nanti Malam
Diketahui, BPOM saat ini tengah menyusun kajian dampak regulasi bersama Kementerian Perindustrian untuk dijadikan landasan pengaturan tata niaga impor BBO. Jika berhasil, hal ini akan memungkinkan munculnya sektor swasta nasional.
Jadi, bahan baku obat saat ini diproduksi oleh dua produsen bahan baku obat dalam negeri. Ada Kimia Farma, ada Brightgene. Kalau bahan baku itu dipakai industri farmasi dalam negeri, maka akan lebih baik. sangat bermanfaat – Mengurangi biaya impor produk obat yang bahan bakunya sangat bermanfaat,” tutupnya.