Ramallah, Beritasatu.com- Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk pembunuhan aktivis Turki-Amerika Aysenur Ezgi Eygi (26) di Israel sebagai upaya untuk mengintimidasi dan menekan pendukung perjuangan Palestina.
Read More : Kebakaran Pasar Induk Capu Blora Hanguskan 80 Kios
Kementerian Luar Negeri PLO dalam keterangannya, dilansir Antara, Minggu (8/9/2024), mengatakan pembunuhan Eygi membuktikan kebrutalan dan kebrutalan pendudukan Israel terhadap warga sipil tak berdosa dan mereka yang menentang tindakannya. โPembunuhan itu bertujuan untuk mengintimidasi dan membungkam dukungan terhadap Palestina,โ katanya.
PLO menganggap Tel Aviv bertanggung jawab atas kematian Eygi dan menyerukan tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan pelanggaran hukum internasional.
Sekretaris Jenderal PLO Hussein al-Sheikh menyerukan agar tentara Israel diadili di pengadilan internasional. โPembunuhan adalah kejahatan lain yang menambah kejahatan sehari-hari yang dilakukan di Israel,โ katanya.
Organisasi tersebut juga menuntut Israel menghormati resolusi internasional.
Eygi dibunuh oleh pasukan Israel pada Jumat (9/6/2024) saat ikut serta dalam protes terhadap perluasan pemukiman di Beita, dekat Nablus di Tepi Barat bagian utara.
Read More : Ibadah Puasa Lintas Nabi dan Kelebihan Puasa Umat Nabi Muhammad SAW
Direktur Rumah Sakit Rafidia di Nablus, Fouad Nafia mengatakan, Eygi dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di kepala.
Komunitas internasional, termasuk Turki, Amerika Serikat dan PBB, mengutuk pembunuhan Eygi.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki ketika Israel melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 40.900 warga Palestina.