Jakara, Beritasatu.com-Prosperous Judiciary (CFP) telah merilis pemulihan sikap alias Maulana Habiburrahman setuju GUS untuk setuju untuk mengundurkan diri dari Presiden Prabowo Subianto. Gerakan GUS setuju untuk ditiru oleh pejabat lain.
Read More : Perkuat Keamanan Digital, Penasihat Khusus Presiden Kunjungi Kemenkomdigi
“Terlepas dari atau wajib atau akhir, pengunduran diri GUS yang disepakati harus ditiru oleh pejabat lain ketika kontroversi negatif diberikan di alam semesta media sosial,” kata seorang anggota Dewan Perwakilan Komisi III dari PKK Nasir Djamil kepada Beratatatu.com
Legislatif dari Aceh bahkan adalah hakim yang Gus setuju untuk tegas dengan keberanian untuk mengundurkan diri ketika kontroversi di ruang virtual. Karena tindakannya, tidak hanya Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan tidak langsung, Perdana Menteri Malaysia Datuk Anwar Ibrahim juga berpartisipasi dalam komentar langsung tentang GUS yang disepakati.
“Pengunduran diri GUS yang disepakati harus diberikan karena di tengah kurangnya pengunduran diri antara pejabat ketika membuat kesalahan, Gus benar -benar setuju untuk melakukannya,” Nasir Djamil menyimpulkan.
Sebelumnya, Gus telah sepakat untuk secara resmi mengundurkan diri dari posisi khusus utusan khusus Presiden di bidang harmoni agama dan mempromosikan fasilitas keagamaan. Gus setuju untuk menyatakan bahwa ini sendiri tidak dipaksakan dan ditekan dari semua.
Read More : Pelatih Ganda Putra Rombak Pasangan di Japan Open, Ini Alasannya
“Hari ini dengan semua kerendahan hati dan ketulusan dan dengan hati nurani penuh, saya ingin membuat keputusan yang saya pikirkan secara mendalam. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai utusan khusus presiden di bidang harmoni agama dan memelihara fasilitas agama,” kata Gus pada hari Jumat, (6 Desember 2024).
Gus, Gus setuju.