Jakarta, Beritasatu.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar rapat tertutup dengan pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Sabtu (8/6/2024) di Kantor DPP PKB, Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Read More : KPK Buka Suara Soal Klaim Hasto Kedinginan Saat Diperiksa Kasus Harun Masiku

Rapat tertutup itu dihadiri Ketua PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (PPC) Bambang Soesatyo (Bamsoet), Wakil Ketua PKR Ahmad Basarah dan Wakil Ketua MSU Fadel Muhammad. .

Tokoh-tokoh tersebut ditemui awak media saat DPP menyambangi gedung PKB. Namun tak satu pun dari mereka yang mau mengungkapkan suaranya kepada tim pemberitaan. J.

Sebelumnya, pimpinan MPR juga mengunjungi markas Partai Nasdem di Menara Nasdem, Jakarta Selatan pada Selasa (4/6/2024).

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas masa depan demokrasi dan Konstitusi. “Sebelumnya kami bertemu Bang Surya dan kami merasakan hal yang sama. “Pilihan kita terhadap demokrasi saat ini telah menyesatkan kita, menghilangkan harapan para pendiri bangsa terhadap masa depan demokrasi kita, yang notabene meletakkan dasar sila ke-4 republik nasional,” kata Bamsoet di sana.

Read More : Geledah Rumah Riza Chalid, Kejagung Sita 34 Dokumen dan Uang Rp 833 Juta

Bamsoet menegaskan, masa depan demokrasi tidak boleh sekadar menjadi pusaran prosedural atau transaksional yang mengejar angka. Demokrasi, kata Bamsoet, tidak boleh menyimpang dari demokrasi serius.

“Masa depan demokrasi yang terjebak dalam demokrasi angka, demokrasi yang menjauhi demokrasi substantif, demokrasi prosedural yang mengejar angka, jadi betapa khawatirnya kita semua terjebak dalam demokrasi yang mahal dan transaksional. Ini mengancam ideologi, persatuan, keutuhan bangsa kita,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *