Tangerang, Beritasatu.com – Jenazah Kapten Muhammad Saefurubi Azhar, pilot pesawat SAM Air yang jatuh di kawasan Marissa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dimakamkan pada Senin (21/10) di TPU, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. /2024).

Read More : Puncak Bogor Macet! Ini Rekomendasi 8 Tempat Wisata Alam di Jakarta

Pemakaman pilot yang terkenal dan rajin beribadah itu diiringi tangis haru dari kerabat dan sahabat. Diketahui, korban yang juga dikenal dermawan di mata masyarakat ini meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dan dua orang anak.

Pantauan Beritasatu.com, jenazah korban Kapten Muhammad Saefurubi Azhar tiba di pemakaman pada pukul 15.30 WIB. Keluarga dan kerabat pun menangis tersedu-sedu sejak jenazah dikuburkan hingga akhir.

Kerabat korban, Abu Asirin mengatakan, pihak keluarga mendapat informasi jatuhnya pesawat SAM Air pada Minggu sore (20 Oktober 2024). Pihak keluarga tak menyangka korban akan meninggal mengenaskan.

“Sore harinya kami mendapat informasi bahwa pilotnya akan datang dari Citra Raya. Saat itu pihak keluarga kaget dan syok mendengar kabar duka tersebut,” kata Abu Asiri yang ditemui, Senin (21/10/2024). sore .

Jenazah korban sebelumnya diangkut Batik Air melalui Bandara Djalaludin, Gorontalo dan tiba di rumah duka di Cluster Aurora, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang pada pukul 13.25 WIB.

Read More : Bersyukur Didukung FBR, Pramono-Rano Optimistis Menang Pilgub Jakarta 2024

“Dia adalah orang yang saleh dan baik. Banyak cerita yang ia bagikan kepada orang-orang disekitarnya. Almarhum aktif dalam kegiatan sosial. Banyak orang yang menangis dan tidak menyangka kejadian ini,” kata Abu Asirin.

Kapten Muhammad Saefurubi Azhar diketahui meninggalkan dua orang anak. “Korbannya ada tiga orang anak, namun yang ketiga masih dalam kandungan. Insya Allah korbannya meninggal karena meninggal saat mencari nafkah,” pungkas Abu Asirin.

Sebelumnya diberitakan, pesawat SAM Air berwarna putih dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) jatuh pada Minggu (20/10/224) di kawasan Marisa, Provinsi Pohuwato, Gorontalo.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *