Bandung, Beritasatu.com – Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 4. Dedi Mulyadi ingin mendalami budaya Sunda sebagai landasan filosofi pembangunan di Pulau Jawa. Hal itu dilakukan Dedi Mulyadi usai rapat pada Kongres Masyarakat Pasundana di Kota Bandung, Minggu (20/10/2024).

Read More : Home Industry Narkoba Tembakau Sintetis di Sentul Simpan Bahan Baku di 2 Lokasi

โ€œHari ini saya diundang oleh Pupuhu Paguyuban Pasundan untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dan gagasan tentang kosmologi Sunda, sehingga cerita Sunda jangan hanya menjadi cerita dari segi kebahasaan saja, tetapi harus sesuai dengan peradaban,โ€ kata Dedi Mulyadi.

Demul ingin menerjemahkan bahasa Sunda dari pertanian, arsitektur, pendidikan hingga pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, hal itu akan semakin memperkaya budaya nusantara.

Dedi Mulyadi menjelaskan, Masyarakat Pasundan yang mengelola Universitas Pasundan hendaknya membantu dalam kajian bahasa Sunda, sehingga tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis, melainkan akademis.

โ€œContohnya tulisan Sunda Buhun akan diteliti maknanya, dan dari makna tersebut akan lahir karya ilmiah. Oleh karena itu, saya ingin memiliki jurnal internasional yang berkarir berdasarkan filosofi akademik,โ€ ujarnya.

Read More : Vadel Badjideh Batal Diperiksa Polres Jaksel Besok, Lolly Tunda Bicara ke Publik

Sejauh ini, menurut Dedi Mulyadi, hampir belum ada yang berani melakukannya. Oleh karena itu, sebagian besar budaya yang ada seringkali dikaitkan dengan dunia gaib. Meskipun mungkin merupakan bahasa akademis pada masanya.

“Jadi nanti ada pabriknya. Kita harus punya laboratorium budaya Sunda. Yang namanya budaya itu bukan sekedar pipa, bukan sekedar bangunan, tapi sejarahnya apa, kode-kodenya apa, contoh perubahan bangunannya apa,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *