BEIJING, beritasatu.com – Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan kembali komitmennya terhadap reunifikasi Tiongkok dengan Taiwan dalam pidato Tahun Barunya pada Selasa (31/12/2024). Dalam pidatonya, Xi mengeluarkan peringatan keras kepada partai-partai pro-kemerdekaan di dalam dan di luar Taiwan bahwa tidak ada yang akan menghalangi upaya-upaya ini.
Read More : Kader Projo Diprediksi Eksodus: Mengekor Langkah Budi Arie Gabung Gerindra, Kekuatan Politik Bergeser!
“Tiongkok dan Taiwan adalah satu keluarga. “Tidak ada yang bisa memutuskan hubungan ini, dan tidak ada yang bisa menghentikan tren sejarah reunifikasi negara-negara,” kata Xi tentang penyatuan Tiongkok-Taiwan dalam siaran resmi CCTV.
Sepanjang tahun 2024, Tiongkok telah meningkatkan tekanan militer di sekitar Taiwan, termasuk penempatan kapal perang dan pesawat secara rutin di wilayah udara dan perairan Taiwan. Langkah pemerintah Taiwan ini dipandang sebagai upaya untuk menormalisasi kehadiran militer Tiongkok di wilayah tersebut.
Taiwan, yang telah merdeka sejak tahun 1949, secara konsisten menolak tuntutan Tiongkok. Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa masa depan pulau itu hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya, bukan oleh Beijing.
Ketegangan meningkat pada tahun ini, terutama setelah pelantikan presiden baru Taiwan, Lai Ching-te, pada Mei 2024. Beijing melihat Lai sebagai seorang separatis dan telah meningkatkan tekanan melalui latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan, termasuk di Laut Cina Timur dan Selatan.
Latihan tersebut disebut-sebut sebagai respons atas kunjungan Lai ke Hawaii dan Guam yang menuai kritik dari Beijing. Selain itu, Tiongkok mengadakan dua putaran latihan perang sepanjang tahun sebagai peringatan terhadap “tindakan separatis.”
Read More : Tunggu Pelantikan, Pramono Anung-Rano Karno Fokus Bentuk Tim Transisi dan Ziarah
Hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat masih tegang akibat dukungan militer AS terhadap Taiwan. Melalui Undang-Undang Hubungan Taiwan, Amerika Serikat terus menjual senjata ke Taiwan, yang dianggap Tiongkok sebagai provokasi.
Tiongkok secara teratur memperingatkan Amerika Serikat terhadap kerja sama militer dengan Taiwan. Beijing juga telah menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat yang terkait dengan pemasok senjata.
Pidato Xi Jinping tahun ini menggemakan pernyataan serupa yang disampaikan dalam pidato Tahun Baru sebelumnya. Xi menekankan bahwa penyatuan Tiongkok-Taiwan adalah bagian dari peremajaan bangsa Tiongkok dan meminta kedua belah pihak untuk berupaya mencapai tujuan bersama.