Cilegon, Beritasatu.com – Jenazah enam nelayan yang dievakuasi petugas gabungan dari perahu motor Sri Mariana di perairan Pulau Tempurung, Cilegon, Banten masih diperiksa di rumah sakit.

Read More : Pemerintah Pastikan THR dan Gaji ke-13 ASN 2025 Tetap Cair, Anggaran Sudah Disiapkan

Sedangkan 14 orang lainnya dirawat di RSUD Krakatau dan 16 awak kapal yang sehat masih menjalani karantina. Petugas masih memantau nelayan yang meninggalkan Sibolga di Sumatera Utara menuju Teluk Jakarta.

Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten Resi Arisandi mengatakan keenam nelayan tersebut tidak meninggal secara bersamaan. Kapal asal Sibolga berangkat pada Oktober 2023 dan berlabuh di perairan Samudera Hindia selama 9 bulan.

Resi mengatakan, beberapa orang merasa mual seperti diracun saat tiba di perairan Selat Sunda pada Juli lalu. mereka tumbang satu per satu sehingga keenam nelayan itu tidak bisa melarikan diri.

Kapal asal Samudera Hindia ini berlayar dari Sibolga di Samudera Hindia selama 9 bulan terhitung Oktober 2023 sampai Juli 2024. Jadi Juli ini meninggal satu orang. Meninggal 6 orang, Sakit 7 orang. Kartinaan Sante Banten Ketua Kelas I Selagi kami masih observasi 16 orang,โ€ kata Resi Arisandi kepada Beritasatu.com, Senin (5/8/2024).

Untuk mengetahui penyebab kematian keenam nelayan tersebut, Balai Karantina Kesehatan menunggu hasil dari Balai Laboratorium Jakarta dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan darah terhadap nelayan yang meninggal tersebut.

Read More : Pilkada Pangkalpinang Dimulai, Kotak Kosong Bakal Menang Lagi?

โ€œSekarang kita lihat proses kematiannya, hasil darahnya sedang diperiksa di BPLKM Jakarta. Total yang ada di kapal ada 36 (nelayan). Meninggal 6 orang, dirawat di rumah sakit 14 orang, masih di kapal 16 orang (nelayan) perahu itu.” katanya.

Sejumlah petugas Kesatuan Penjaga Pantai dan Laut (KPLP) Kelas 1 KSOP Banten menjaga ketat kapal asal Sibolga tersebut untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

Seperti diberitakan, Selasa (8/6/2024), petugas Kementerian Kesehatan akan langsung mendatangi lokasi kapal nelayan tersebut untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya keenam nelayan tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *