Pangandaran, Beritasatu.com – Saat musim kemarau tiba, banyak petani yang mengeluh kekurangan air dan kondisi tanah kering. Namun bagi kelompok petani muda di Pangandaran, musim kemarau ini menjadi sebuah peluang.

Read More : UI Tindak Lanjut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter PPDS

Di Desa Siganjeng, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat, para petani milenial telah mengubah lahan yang biasanya tandus menjadi perkebunan tomat dan meraup keuntungan besar.

Luas sekitar satu hektar ini belum pernah ada sebelumnya dan ditinggalkan karena takut kekurangan air saat musim kemarau. Namun, sekelompok petani muda di desa yang dimotori oleh Kusnandar yang sama melihat potensi lahan ‘mengantuk’ tersebut. Melalui tekad dan inovasi, mereka menanam tomat dan mengubah lahan mereka menjadi sumber pendapatan, bukan sekedar lelucon.

Meski cuaca panas dan persediaan air terbatas, tanaman tomat tetap tumbuh subur berkat pengelolaan yang cermat. Ade mengatakan tomat ini bisa dipanen hanya dalam waktu 65 hari.

โ€œTanaman tomat ini cepat matang, hanya membutuhkan waktu 65 hari. Rata-rata satu panen menghasilkan 1 kuintal tomat,โ€ kata Ade.

Dalam 20 kali panen, kelompok ini bisa mendapatkan 2-3 ton tomat segar kualitas tinggi dengan omzet Rp 10 juta.

Read More : Segini Insentif yang Didapatkan China Jika Kalahkan Timnas Indonesia

Karena banyaknya permintaan di pasaran, hasil panen tomat mereka pun langsung ludes terjual. Tomat ini tidak hanya laris manis di pasar lokal, tapi juga menjadi pilihan warga sekitar yang datang langsung ke restoran dan kebun buah-buahan. Bahkan, Ade mengaku kewalahan dengan tingginya permintaan tersebut.

Menurut koordinator Pengendalian Hama Tanaman (POPT) Pangandaran Nanang Noordiansya, musim kemarau mengurangi serangan hama pada tanaman. Pemantauan rutin dan komunikasi yang baik antara petani milenial dan pihak berwenang dapat memastikan bahwa potensi hama dapat diatasi dengan cepat dan tomat tetap sehat dan produktif.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *