JAKARTA, BERITASATU.COM – Penumpang Airline Condor bertemu sebuah drama yang diisi dengan 32 jam tanpa mencapai tujuan akhir mereka. Penerbangan DE1234, mengundurkan diri dari Zurich, Swiss, telah mengalami serangkaian kegagalan untuk mendarat karena cuaca ekstrem.
Read More : Debat Dedi Mulyadi-Aura Cinta di YouTube, Rekor 2,8 Juta Penonton
Pesawat memulai MRS Post pada hari Rabu (11/6/2025), dan 30 menit di belakang setelah meninggalkan Zurich. Penerbangan awalnya dilakukan dengan sukses.
Namun, ketika mereka mendekati Kepulauan Yunani, cuaca memburuk secara dramatis. Angin kencang memotong pendaratan Heclion, mengemudikan pilot di udara sebelum memindahkan tujuan ke Athena untuk mengisi bahan bakar.
Setelah mengisi bahan bakar, upaya kedua dilakukan untuk mencapai Heklion. Namun, kondisi cuaca belum ditingkatkan. Pesawat berbelok lagi, kali ini menuju ke Pulau Kos untuk mengisi bahan bakar berikutnya.
Para kru mencoba lagi, tetapi akhirnya memilih untuk mendarat di Thessaloniki sekitar pukul 06.00 waktu setempat, setelah ditayangkan hampir 11 jam sejak keberangkatan pertamanya.
Pagi berikutnya, penerbangan diuji lagi melawan Kreta. Tapi cuaca buruk masih menjadi penghalang. Akhirnya, pesawat berliku kembali ke Zurich tanpa tiba di tujuannya.
Read More : Jadwal Puasa di Berbagai Negara: Malaysia Mulai Minggu?
Sebanyak lima pendaratan akan berlangsung selama perjalanan. Penumpang mengklaim bahwa mereka hanya menerima satu gelas air pada drive 32 jam dan harus menelurkan akomodasi di Tesaloniki. Namun, menurut peraturan penerbangan Eropa, mereka berhak atas kompensasi.
Maskapai itu mengatakan kondisi cuaca sangat ramah sehingga keputusan dibuat untuk memotong dan membatalkan pendaratan untuk keselamatan penumpang dan kru kabin.