Manฤฑla, Beritasatu.com – Kamis (6/2/2025) di Filipina selatan, sebuah pesawat kecil jatuh dan menewaskan setidaknya empat orang. Kedutaan Besar AS di Filipina mengkonfirmasi bahwa pesawat itu milik Angkatan Darat AS, meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut.
Read More : Power Rajawali ke Perempat Final Kejurnas PBSI 2024
Tentara Filipina mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa ia tidak dapat menerbitkan informasi tambahan tentang insiden pesawat di mana ia pingsan di Filipina karena ia masih dalam fase investigasi dan disembunyikan.
Diketahui bahwa sejumlah kecil pasukan AS dibangun di Filipina untuk mendukung intelijen untuk operasi militer melawan ISIS, yang masih aktif di Mindanao.
Komando Indo-Pasifik yang berbasis di Hawaii belum menanggapi peristiwa bencana Filipina ini.
Juru bicara kepolisian regional Jopi Ventura mengumumkan bahwa penyebab kecelakaan itu masih tidak yakin. Pesawat itu ditemukan runtuh di lahan pertanian dekat kotamadya Amepuan.
Sejauh ini, identitas keempat korban belum diumumkan. Ventura menambahkan bahwa polisi dan tentara berada di tempat kejadian untuk memberikan bukti.
Read More : Perhutanan Sosial Miliki Nilai Transaksi Ekonomi Rp 1,13 Triliun
Menurut informasi polisi, pesawat -pesawat di Filipina memiliki nomor ekor yang terdaftar atas nama perusahaan pertahanan meter di N349CA. Situs Pemantauan Penerbangan Penerbangan mendefinisikan Beechcraft Super King Air B300.
Rhea Martin yang menetap mengatakan kepada AFP bahwa timnya telah menemukan empat mayat di adegan kecelakaan. “Mayat -mayat itu ditemukan di dekat pesawat. Pesawat yang jatuh ke Filipina dibagi menjadi dua,” katanya.