Cabuman, Beritasatu dot com – Menteri Lingkungan (LH) Hanif Fasol Nurofik menuntut agar masalah limbah di Indonesia harus diselesaikan pada 1 di, seperti Presiden Prabovo Subiento.

Read More : Rifqi Awali Laga Play Off Piala Davis Indonesia vs Slovenia

Ini dilakukan ketika mereka meninjau tempat terakhir (TPA) di lokasi pengolahan limbah di Village Punjar, Cabuman Regency, Central Java, Sabtu (9.4.4.425) dan pengelolaan limbah TPS 3R secara langsung.

Selama kunjungannya, masalah dan sampah bekerja di tujuan utama pemerintah.

“Para pemimpin regional, baik gubernur, agen dan walikota memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan limbah.

Menteri Hanif menghargai upaya yang dilakukan dengan menggunakan sampah (RDF) sebagai bahan bakar batubara alternatif dari Kabupaten Cabuman dalam pengelolaan limbah pengelolaan limbah.

Namun, telah terungkap bahwa salah satu dari sekitar 1,4 juta orang dalam populasi Cabuman adalah generasi limbah harian yang harus mencapai 700 ton per hari dan saat ini mengelola sekitar 100 ton setiap hari dalam dua TPA.

Hanif berkata, “Sekitar 600 ton limbah ditangani pada hari itu. Ini sangat mengkhawatirkan karena masalah lingkungan yang tidak benar bisa serius,” kata Hanif.

Read More : Masuk Level 3, Gunung Merapi Terus Luncurkan Awan Panas

Hanif menjelaskan bahwa pengelolaan limbah harus dilakukan pada bagian atas, sedang ke bawah, terintegrasi. Hulu bertujuan untuk mengurangi limbah dari sumber -sumber seperti domestik dan produsen. Ini di tengah -tengah proses klasifikasi dan transportasi, sedangkan arah yang lebih rendah mencakup proses akhir, seperti pemrosesan atau menghilangkan tempat pembuangan sampah.

Sementara itu, wilayah Cabuman Lilis Neuroni mengatakan pemerintah telah meluncurkan kebijakan limbah tentang sumber -sumbernya oleh Kabupaten Cabuman.

“Mempertimbangkan kemungkinan seluruh TPA dalam beberapa tahun ke depan, kami telah mulai menerapkan kebijakan. Sumber sampah harus didominasi, sehingga orang -orang yang pergi ke TPA ada di sana atau di sana,” kata Lilis terkait dengan masalah limbah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *