JAKARTA, Beritasatu.com – Komika Coki Pardede bersyukur pernah menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba sabu.
Read More : Sempat Berhubungan Intim, Begini Kronologi Pembunuhan Wanita yang Jasadnya Tanpa Kepala
“Saya rasa apa yang saya alami (ditangkap karena kasus narkoba) adalah bagian dari hidup saya. Itu membuat hidup saya lebih baik,” ujarnya seperti dikutip dari kanal YouTube miliknya, Sabtu (29 Juni 2024). Coki Pardede :
Ia percaya bahwa tidak ada orang yang sempurna dalam hidup dan setiap orang melalui proses untuk menjadi orang yang lebih baik.
Perubahan yang terjadi pada Koki bukan hanya karena ia berhenti menggunakan barang haram. Perubahan ini terjadi karena usianya yang sudah tidak muda lagi.
“Saya tidak lagi muda, saya sudah tua, jadi daripada menggunakan tubuh saya lebih banyak untuk menikmati sisa hidup, saya memutuskan untuk menggunakan tubuh saya lebih banyak untuk hal-hal bermanfaat seperti istirahat,” ujarnya.
Coki Pardede mengaku masih sama seperti dulu. Sebagai seorang laki-laki tentunya sering melakukan kenakalan, meski masih dalam batas normal.
“Mungkin orang mengira saya lebih bijak, tapi sebenarnya tidak, saya merasa lebih tua,” ujarnya.
Dia mengatakan dia lebih memilih mencari cara aman untuk bersenang-senang daripada masuk ke lubang yang sama.
Read More : Sarwendah Masih Siapkan Bekal Makanan untuk Ruben Onsu meski Sudah Bercerai
“Biasanya semakin tua semakin baik dan lancar, apalagi tenaganya sudah tidak sebesar dulu. Sekarang saya lebih memilih main aman,” ujarnya. tertawa.
Sebelumnya, komika Coki Pardede harus berurusan dengan polisi karena penggerebekan narkoba jenis sabu. Coki Pardede ditangkap pada 1 September 2021 di kediamannya kawasan Pagedangan Tangerang.
Coky Padide masih dalam pengaruh narkoba saat ditangkap. Bahkan saat Corky menggunakan narkoba, ia mengonsumsi sabu dengan cara yang tidak biasa, termasuk menyuntikkannya ke tubuhnya.
Setelah ditangkap, polisi akhirnya memilih Coki Pardede untuk menjalani kursus rehabilitasi di RSKO Cibubur. Corky Fadide resmi bebas kasus narkoba sejak Maret 2022.