Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menargetkan kapasitas terpasang pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih mencapai 6 gigawatt (GW) pada tahun 2029, atau hampir 3 kali lipat dari kapasitas terpasang saat ini. 2,6 Pengawal

Read More : IHSG Akhir Pekan Jumat 11 Oktober 2024 Menguat 40 Poin

Untuk mencapai target tersebut, Pertamina NRE menganggarkan investasi sebesar US$6,2 miliar, atau meningkat delapan kali lipat dibandingkan belanja modal (capex) tahun 2024 yang berkisar US$700 juta.

John Ennis, CEO Pertamina NRE, mengatakan dalam sebuah wawancara: โ€œPertamina memiliki dua strategi pertumbuhan, yaitu memperkuat bisnis minyak dan gas yang ada dan mengembangkan bisnis rendah karbon sebagai penggerak bisnis masa depan. Pertamina NRE berkomitmen terhadap pengembangan perusahaan energi bersih dan perusahaan baru mempunyai peran.” Konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Dia mengatakan, target gas sebesar 6 gigawatt akan membantu pembangkit listrik dan energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan biogas. Dia mengatakan, pada semester I-2024, kapasitas terpasang pembangkit listrik Pertamina mencapai 2,6 GW.

Pertamina NRE juga menetapkan target lain pada tahun 2029, antara lain penjualan kredit karbon sebesar 19,2 juta ton setara CO2, produksi hidrogen bersih sebesar 7.000 ton per tahun, dan bioetanol sebesar 840.000 kiloliter. Sementara pada bisnis ekosistem baterai dan kendaraan listrik, Pertamina NRE menargetkan output sebesar 51,4 GWh.

Read More : 3 Strategi Pemerintah untuk Kurangi Hambatan Penyaluran KUR

Tahun ini, Pertamina NRE fokus pada pengembangan bisnis bioetanol untuk mendukung peningkatan penggunaan biofuel di Indonesia bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga mengembangkan kawasan panas bumi Lumut Balai 2 berkapasitas 55 MW.

Pendapatan Pertamina NRE pada tahun 2023 meningkat 6% dibandingkan tahun 2022 mencapai $411,5 juta. Sedangkan EBITDA dan laba bersih masing-masing mencapai $331,77 juta dan $146,60 juta, meningkat 11% dan 24% dibandingkan tahun 2022.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *