Banyuwangi, Beritasatu.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menyelenggarakan acara “Special Highlight Event Desa Wisata” (Senandung Dewi) 2024. Acara ini diadakan di Agrowisata Tamansuruh,Banyuwangi,Jawa Timur. Jumat sore (20 September 2024).

Read More : “The Apprentice: ONE Championship Edition” Musim Kedua Tayang Perdana di BTV

Acara ini diselenggarakan untuk menarik banyak wisatawan ke desa wisata agar mengenal budaya, musik, dan kuliner khas setempat.

Mengusung slogan “Temukan Irama, Tradisi, dan Cita Rasa Banyuwangi”, Senandung Dewi Banyuwangi 2024 merupakan wujud penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal yang masih dilestarikan.

Selain pameran seni, acara ini juga memberikan pengunjung kesempatan untuk mengeksplorasi potensi desa wisata Jawa Timur dan Bali melalui berbagai workshop. 

Dalam workshop ini, peserta akan mencicipi dan belajar beragam masakan tradisional hingga modern dengan menggunakan bahan-bahan lokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, ajang Senandung Dewi merupakan hasil kerja sama banyak pihak dalam pengembangan desa wisata di Indonesia.

Sandiaga di Agrowisata Tamansuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20 Februari): “Ini program kerja sama antara direksi dan kedeputian. Kami ingin menjadikan Vietnam sebagai destinasi prioritas.” Kearifan Masyarakat dan Daerah”. September 2024).

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, Kemenparekraf telah menyusun dua rencana dalam program ini. Pertama, sudah ada event pengelolaan desa wisata namun belum dikembangkan. Kedua, merancang event menarik berbasis kearifan lokal bagi desa wisata yang belum menyelenggarakan event

Read More : Kunjungan Wisata Gunung Bromo Merosot 50 Persen Saat Ramadan

Ia menjelaskan, “Kami akan mengoperasikan desa wisata yang sudah ada event namun belum dikembangkan. Jika belum ada acara di desa, kami akan membantu merancang kegiatan menarik berdasarkan kearifan lokal.”

Sandiaga juga menambahkan pihaknya akan terus berupaya mengembangkan desa wisata, karena sekitar 66% wisatawan pergi ke destinasi yang menawarkan kuliner dan wisata belanja yang menjadi keunggulan desa wisata.

“Desa wisata akan kami pasarkan secara luas karena sekitar 66% wisatawan akan memilih destinasi yang memiliki kuliner dan belanja, yang banyak dimiliki oleh desa wisata,” ujarnya.

Ia berharap, melalui Senandung Dewi, desa wisata Indonesia bisa lebih dikenal di kancah dunia. “Saya berharap rangkaian kegiatan Senandung Dewi ini dapat memperkenalkan desa wisata dari lokal hingga mendunia,” tutupnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *