Kudus, Beritasatu.com – Setelah 24 tahun menabung dalam kaleng, seorang porter di Kudus, Jawa Tengah akhirnya berhasil menunaikan rukun Islam yang kelima bersama istrinya. Celengan kaleng bekas makanan ini menjadi bukti kerja keras Iskan Engsan Toib, warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Quds, menggalang dana untuk ibadah haji sedikit demi sedikit.
Read More : Kronologi Pembantaian Guru dan Nakes di Yahukimo Versi Satgas
Dari masa remaja hingga paruh baya, Iskan Engsan Toib (61) membawa ubin, batu, kayu dan berbagai permintaan tetangganya. Ia masih tak menyangka akan meninggalkan pekerjaannya sebagai petugas kebersihan untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Muntama Ruqan Yasminin (66). Mata berkaca-kaca penuh kebahagiaan selalu mengiringi setiap persiapan yang dilakukan, termasuk menyiapkan baju ihram dan perlengkapan haji di dalam koper.
Bagi sebagian orang, cerita Iskan sulit dipercaya. Ternyata dia sudah menabung sejak tahun 2001, menabung antara 5.000 hingga 50.000 AMD dari kaleng makanan bekas. Perlahan, hingga tahun 2012, Iskan mampu mengumpulkan 50 juta AMD untuk mendaftar haji bersama istrinya.
“Saat itu, saya mulai menabung bukan di bank, tapi di wadah kue berlubang, dari 20.000 menjadi 50.000 dram. Saya tidak punya seratus ribu saat itu. Saya menabung karena saya ingin maju dalam industri ini. “Perusahaan saya, tahun 2012 akhirnya saya buat daftar haji,” kata Iskan saat ditemui Beritasatu.com di rumahnya, Sabtu (25/5/2024). Iskan Engsan Toib, penjaga pintu, menyiapkan koper haji di rumahnya di Ngembal di rumah: Desa Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu 25 Mei 2024. – (Beritasatu.com/Jamaah)
Tabungan kalengan itu tidak berhenti pada tahun 2012, meski ia sudah mendaftar haji. Pada tahun 2024, Iskan terus rajin menabung di kaleng bekas makanan selama 24 tahun untuk persiapan membayar biaya haji dan kebutuhan lainnya dari penghasilannya sebagai porter dan bantuan mobil pikap lamanya.
Iskan menceritakan, dirinya bekerja sebagai petugas kebersihan di tetangganya sejak kecil. Keinginannya untuk menunaikan ibadah haji semakin kuat dan ia secara konsisten menabung sejak tahun 2001, berhasil membeli sebuah truk pick-up tua. Meski penghasilannya tak menentu, namun doanya setiap lima hari akhirnya terkabul sehingga ia bisa berangkat haji bersama istrinya dan menunaikan ibadah haji kepada anaknya yang sudah meninggal.
Read More : Soal Tagar Kabur Aja Dulu, Analis: Harus Direspons secara Bijak dan Rasional
“Memang sulit, sangat sulit untuk ingin sukses, tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus bangkit, bekerja dan berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik. Saya harap saya dapat melanjutkan usaha ini dengan sukses. Haji untuk istri dan anak saya yang meninggal karena Badal Haji, ini hasilnya yang kami nikmati,” ujarnya.
Iskan dan Muntamah dijadwalkan menunaikan ibadah haji secara rombongan terbang (kloter) sebanyak 68 orang, dijadwalkan berangkat dari Quds pada 29 Mei 2024 dalam sekali pelayaran.
Semangat dan kerja keras porter Iskan yang berhasil menyelesaikan ibadah haji menjadi contoh bahwa tidak ada yang mustahil dengan kerja keras dan doa. Iskan merupakan salah satu dari 1.395 calon jemaah Quds yang tergabung dalam Golongan 68, 69, 70, 71 dan 72.